Kesan Siswa SMA Muhammadiyah 10 Surabaya Ujian Tengah Semester Pakai Smartphone, ‘Lebih Praktis’
Ia tidak ingin memisahkan gadget dengan siswanya sehingga langkah untuk lebih bijak dalam penggunaan gadget dengan memasukan media pembelajaran.
Penulis: Triana Kusumaningrum | Editor: Edwin Fajerial
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Triana Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - 441 siswa SMA Muhammadiyah 10 Surabaya yang terdiri dari 191 kelas 11 dan 250 siswa kelas 10 ikuti ujian tengah semester (UTS) menggunakan E-learning.
Selama mengikuti UTS E-learning siswa mengerjakan soal ujian melalui smartphone mereka masing-masing yang sudah terhubung dengan website sekolah.
Siswa diminta mengerjakan soal pilihan ganda dengan durasi waktu 60 menit.
Soal terdiri dari 25 pilihan ganda untuk soal bahasa dan 15 soal untuk pelajaran matematika, fisika, kimia dan ekonomi.
( 5 Fakta Menarik Film Three Billboards Outside yang Dibintangi Frances McDormand hingga Raih Oscar )
"Enak, lebih praktis cuma pakai telepon seluler aja, terus selesainya cepet, tapi nggak enaknya jaringannya kadang lemot, kadang pakai data sendiri juga lemot, susah buat nyontek sih soalnya soalnya beda-beda," ujar Qonita Rahmah kelas 10 SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, Senin (26/3/2018).
Untuk menghindari kecurangan, soal ujian dibuat dengan lima versi dimana soal dan jawab dibuat acak sehingga berbeda antara siswa satu dan lainnya.
Ujian E-learning tersebut juga diikuti oleh siswa slow learning.
Ada enam anak slow learner di kelas 11 dan kelas 10 ada lima anak kategori slow learning.
( Pulang Jemput Anak Sekolah Malah Menjambret, Pria ini Celaka dan Langsung Dimassa Warga )
"Lebih suka pakai HP karena males nulis, nggak bisa buat nyontek, lemot wifinya cukup selesai tepat waktu ngerjainnya, soalnya mudah," ujar Angga A Prasantya kelas 11 IPS siswa slow learner SMA Muhammadiyah 10 Surabaya.
Untuk siswa berkebutuhan kusus soal yang diberikan berbeda hanya 20 soal bahasa dan 15 soal kelompok matematika.
Ujian melalui E-learning merupakan gagasan dari kepala SMA Muhammadiyah X Surabaya yaitu Sudarusman.
Ia tidak ingin memisahkan gadget dengan siswanya sehingga langkah untuk lebih bijak dalam penggunaan gadget dengan memasukan media pembelajaran yang bisa di akses siswa kapanpun dan dimanapun di E-learning dari gadget siswa.
( Ujian Tengah Semester, Siswa SMA Muhammadiyah 10 Surabaya Malah Fokus ke Smartphone? )