TribunJatim/

Lakukan Penggelapan, Dua Dokter Hewan Ini Diadili dan Terancam Hukuman Segini

Danang Prihananto dan Faizal Diwangkoro Timur, dilaporkan oleh PT. Wonokoyo Group atas dugaan penggelapan yang dilakukannya.

Lakukan Penggelapan, Dua Dokter Hewan Ini Diadili dan Terancam Hukuman Segini
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Danang Prihananto dan Faizal Diwangkoro Timur, saat jalani sidang di Ruang Garuda 1, Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (16/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Danang Prihananto dan Faizal Diwangkoro Timur, dilaporkan oleh PT. Wonokoyo Group atas dugaan penggelapan yang dilakukannya, mereka diketahui adalah seorang dokter hewan.

Mereka menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Surabaya, tepatnya di Ruang Garuda 1, Senin (16/4/2018).

Dalam fakta persidangan, dua dokter hewan ini, juga berprofesi sebagai sales marketing di perusahaan tersebut, telah melakukan penggelapan yang merugikan perusahaan senilai Rp 2 miliar lebih.

Kejadian ini bermula pada Juli sampai Desember 2014, mempunyai seorang pelanggan bernama Agus Wahyudi (DPO), yang sudah di blacklist oleh Perusahaan yang berkantor di Jalan Taman Bungkul, Surabaya itu, karena tunggakan bayaran.

Bandar Sabu Asal Kupang Segunting, Dituntut 9 Tahun Penjara di Pengadilan Negeri Surabaya )

Ia menghubungi terdakwa Faizal Diwangkoro selaku kepala seksi penjualan Feed dan DOC Regional Jatim 1 area Jember, untuk mengirim pakan ternak dikirim ke Jember.

Akhirnya, terdakwa menyanggupi pesanan dari Agus selaku DPO, meski ia mengetahui bahwa pelangganya ini sudah di blacklist oleh PT. Wonokoyo tersebut.

Kemudian, terdakwa Faizal menghubungi terdakwa Danang Prihananto, selaku Kepala Seksi Penjualan Feed dan DOC Regional Jatim 4 area Malang, untuk membuat list fiksi guna menyiasati pesanan.

Mereka berdua sepakat menggunakan jatah penjualan dari pelanggan area Malang yang pelanggan ini tidak memesan ke perusahaan.

Pensiunan Pegawai TV Nasional Gugat Lembaganya Sendiri ke Pengadilan Negeri Surabaya, Loh? )

List fiktif ini di antaranya: atas nama Demang Karebet dengan 5x pemesanan dengan total senilai Rp 241 juta, lalu atas nama Mitra Makmur Sejati dengan 17x pemesanan, senilai Rp 832 Juta, dan atas nama Pipit Farm dengan 23x pemesanan senilai Rp 1 Miliar lebih.

Akibat perbuatannya, Rahmad Hari Basuki selaku Jaksa Penuntu Umum (JPU), menjerat kedua terdakwa ini dengan Pasal 374 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help