Serangan Bom di Surabaya

Jenazah Pelaku Bom Surabaya-Sidoarjo Batal Diserahkan ke Keluarga, Ini Alasanya

Rencana penyerahan jenazah pelaku bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo urung diserahkan ke keluarga, Kamis (17/5/2018).

Jenazah Pelaku Bom Surabaya-Sidoarjo Batal Diserahkan ke Keluarga, Ini Alasanya
TRIBUNJATIM.COM/TRIANA KUSUMANINGRUM
Dua kantong jenazah besar berwarna kuning kembali dimasukkan ke dalam reefer container, RS Bhayangkara, Surabaya, Senin (14/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rencana penyerahan jenazah pelaku bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo urung diserahkan ke keluarga, Kamis (17/5/2018).

Kedokteran forensik dan DVI RS Polda Jatim masih butuh data pembanding guna proses identifikasi.

Sehingga rencana penyerahan jenazah pelaku bom batal di serahkan ke keluarga di RS Bhayangkara.

"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, penyerahkan jenazah ke keluarga tidak jadi. Masih terkendala, data keluarga masih dibutuhkan," jelas Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kabid Humas Polda Jatim di RS Bhayangkara, Kamis (17/5/2018).

Lantaran proses pengumpulan data masih berjalan, maka penyerahan para jenazah pelaku bom bunuh diri di Surabaya-Sidoarjo baru dijadwalkan Jumat (18/5/2018) besok.

Baca: Tangkal Paham Radikal, PCNU Magetan dirikan Kampung NU

"Dijadwalkan besok (Jumat, 18/5/2018) pukul 08.00 WIB dan paling lambat 09.00 WIB," tutur Barung.

Mantan Kabid Humas Polda Sulsel ini menuturkan, rencana ada tujuh atau delapan jenazah pelaku yang bakal diserahkan ke keluarga guna dimakamkan.

"Sebenarnya kami berharap segera diserahkan ke keluarga supaya cepat dimakamkan," terang Barung.

Sedangan untuk korban peristiwa bom, dari 13 warga yang meninggal, masih ada satu jenazah yang belum diserahkan ke keluarga. Satu jenazah itu, yakni Bayu, warga asal Jalan Kertajaya Surabaya.

Baca: Anak Pelaku Pengebom Rusun Wonocolo yang Tolak Ajaran Radikal Orangtua Akan Dikembalikan ke Neneknya

Bayu merupkan korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jl Ngagel Surabaya.

"Bayu ini merupakan korban yang paling parah," pungkas Barung. (Surya/Fatkhul Alamy)

Penulis: Fatkhul Alamy
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved