Pilkada Pamekasan

Cabup Kholilurrahman Tidak Mencoblos di Pilbup Pamekasan

Calon Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, tidak bisa menggunakan hak pilihnya untuk mencoblos dalam Pilkada Bupati Pamekasan

Cabup Kholilurrahman Tidak Mencoblos di Pilbup Pamekasan
SURYA/MUCHSIN RASJID
Cabup Pamekasan KH Kholilurrahman, mengenakan baju putih lengan panjang, celana hitam dan berkacamata, saat blusukan ke Pasar 17 Agustus, Pamekasan, Kamis (8/3/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN -  Calon Bupati (Cabup) Pamekasan, KH Kholilurrahman, tidak bisa menggunakan hak pilihnya untuk mencoblos dalam Pilkada Bupati Pamekasan dan Pilkada Gubernur Jawa Timur ini. Sebab sampai saat ini, Kholilurrahman

Sebab Kholilurrahman, mantan anggota DPR RI Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), masih tercatat sebagai warga DKI Jakarta dan ber KTP DKI Jakarta.

Sehingga pada saat pencoblosan, Kholilurrahman, memanfaatkan waktu untuk memantau TPS terdekat, setelah itu ke rumahnya, di Desa Panempan, Kecamatan Kota Pamekasan, untuk menerima tamu yang datang silih berganti.

Kepada Tribunjatim.com, Kholilurrahman, yang juga pengasuh Pondok Pesantren, Mastratul Huda, Panempan, Pamekasan, Rabu (27/6/2018) mengatakan, ia bersyukur dalam Pilkada serentak 2018 ini, suasana di Pamekasan kondusif.

Baca: Lebih Dekat, Emil Dardak dan Arumi Bachsin Pilih Nyoblos di TPS 5 Ngantru Trenggalek

Ini bisa jadi karena kesadaran berpolitik masyarakat Pamekasan makin dewasa. Terbukti dengan suasana sejuk tanpa ketegangan dan ini dipelihara sebaik mungkin hingga ke depan. Baik sebagai masyarakat mapun sebagai pejabat.

Kholilurrahman, pasangan nomor urut 2 yang dikenal dengan Kholifah (Kholilurrahman – Fathorrahman), juga mengaku optimis akan menjadi pemenang dalam Pilkada Bupati Pamekasan 2018.

Indikasinya, melihat antusiasisme masyarakat sesuai hasil survei terakhir meraih keunggulan 22 persen.

Ditanya jika dalam pilkada pasti ada yang kalah dan yang menang, Kholilurrahman, mantan Bupati Pamekasan, 2008 – 2013 ini, menyatakan sebagai calon, harus siap segalanya. Artinya harus siap menang dan siap kalah.

Baca: Nyoblos di RSUD Dr Soetomo Surabaya Pasien Cukup Tunjukkan E-KTP

“Kalau misalnya dalam pilkada ini pasangan kami kalah, maka kami akan lihat dulu, dari faktor apa kekalahan ini,” ungkap Kholilurrahman.

Ditanya jika dalam pilkada ini dijumpai kecurangan, sehingga menyebabkan dirinya mengalami kekahalan, pihaknya tidak akan terburu-buru untuk melangkah hingga jalur hukum termasuk melapor ke Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta. Jika kecurangan itu tidak urgen dan raihan suaranya terpaut jauh, pihaknya tidak mengadu ke MK.(sin)

Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved