Dipicu Rebutan Rokok, 11 Orang Komplotan Anak Punk Tega Bunuh Temannya Sendiri

Kasus pembunuhan sadis anak punk di Jombang yang bikin geger warga akhirnya bisa cepat diungkap polisi.

Dipicu Rebutan Rokok, 11 Orang Komplotan Anak Punk Tega Bunuh Temannya Sendiri
SURYA/SUTONO
Kasatrekrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi memperlihatkan barang bukti kayu dan besi yang diduga digunakan menganiaya korban anak punk hingga tewas. 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Polres Jombang meringkus empat tersangka pembunuh anak punk yang ditemukan tergeletak di depan pertokoan di Dusun Penanggalan, Desa Dukuh Dimoro, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu sore (1/7/2018).

Anak punk yang dibunuh temannya sendiri tersebut ditemukan Sabtu sore (30/6/2018) lalu. Mayat remaja punk yang kemudian diketahui bernama Mario Fikri Febrianto (15), warga Balongsari, Magersari, Kabupaten Mojokerto itu, saat ditemukan terdapat luka tusuk di leher kanan dan kiri.

Adapun empat tersangka pembunuh yang ditangkap masing-masing inisial NA (17), warga Madura, KS (16) warga Gresik, WK (17) warga Mojoagung Jombang, dan Jh (19) warga Mojowarno Jombang.

Baca: Didirikan Gubuk di Tengah Ladang, Perkumpulan Aneh di Tulungagung Langsung Dibubarkan

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi mengungkapkan, sebenarnya yang melakukan pembunuhan 11 orang, namun yang tujuh orang masih buron.

"Tujuh orang itu sudah kami kantongi identitasnya, cepat atau lambat pasti tertangkap," kata Gatot Setyo Budi, Minggu sore (1/7/2018).

Diungkapkan Gatot, berdasarkan pemeriksaan terhadap para tersangka, remaja punk bernama Fikri dibunuh dengan cara dikeroyok 11 orang.

Bermula dari pesta miras korban dan para tersangka di tepi sungai Desa Japanan Kecamatan Mojowarno pada Jumat malam (29/6/2018).

Baca: Truk Semen Gresik Tabrak Pejalan Kaki, 3 Motor Lalu Hantam Tronton di Tuban

Saat pesta miras itu, korban mendadak merebut rokok dari tangan peserta pesta miras inisial DK. Karena rokok direbut, DK marah. Selanjutnya, terjadi adu mulut dan berujung pemukulan oleh DK terhadap korban (Fikri).

Tak hanya DK yang memukul korban, 11 rekan lainnya ikut mengeroyok. Sadisnya, mereka tak cuma menggunakan tangan, melainkan juga kayu dan besi runcing yang berada di sekitar lokasi kejadian.

"Hingga akhirnya, korban roboh, diduga setelah ditusuk besi runcing di lehernya," kata Gatot Setyo Budi.

Korban yang sudah tak berdaya kemudian ditinggal begiotu saja di depan toko kosong Dusun Penanggalan, Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung.

Baca: Pakde Karwo Usulkan Figur ini Jadi Ketua Tim Transisi Pemerintahan Khofifah

Dari visum dokter, mayat korban mendapat luka tusukan dan sayatan di leher. Di seluruh tubuh korban juga memar-memar akibat pukulan benda tumpul.

"Para tersangka yang tertangkap kami jerat pasal 80 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak," bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Penanggalan, Desa Dukuh Dimoro, Kecamatan Mojoagung, Jombang, gempar Sabtu (30/6/2018).

Pasalnya, di depan pertokoan setempat ditemukan remaja punk tanpa identitas dalam keadaan meninggal dunia, dengan luka tusukan di leher bagian kanan dan kiri. (Surya/sutono)

Baca: BBKSDA Jatim Minta Pemilik Ikan Arapaima Segera Serahkan Sang Predator ke Balai Katantina

Penulis: Sutono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved