Pohon di Sepanjang Jalan Nasional Dipangkas Petugas BPBD

Petugas BPBD memangkas dan memotongi semua pohon yang ada di sepanjang jalan nasional.

Pohon di Sepanjang Jalan Nasional Dipangkas Petugas BPBD
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo saat memangkas dan memotong ranting pohon di sepanjang jalan nasional. 

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - BPBD Kabupaten Probolinggo mulai gencar memangkas dan memotong ranting pohon di sepanjang jalan nasional. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk mengantisipasi pohon tumbang karena potensi angin kencang seperti sekarang ini.

“Akhir-akhir ini angin bertiup dengan kencang. Tentunya ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya pohon tumbang, terutama di sepanjang jalan nasional. Oleh karena itu, BPBD mengambil langkah untuk melakukan pemangkasan dan pemotongan pohon yang rawan tumbang,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto, Selasa (14/8/2018).

Pemangkasan dan pemotongan pohon ini dilakukan mulai dari titik timur di Kecamatan Paiton hingga titik barat Kecamatan Tongas. Serta ke titik selatan hingga perbatasan Kabupaten Probolinggo-Lumajang.

“Upaya ini kami lakukan agar tidak membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar. Karena keselamatan para pengguna jalan harus tetap diutamakan,” jelasnya.

Sebelum pemangkasan dan pemotongan pohon dilakukan, BPBD terlebih dahulu melakukan survey dan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VIII terkait pohon yang rawan tumbang di jalan nasional.

Selain itu, ia juga melakukan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Probolinggo sebelum memotong pohon - pohon ini.

“Dari hasil survey, terdapat 52 pohon rawan tumbang di jalur hijau nasional. Tetapi berdasarkan rekomendasi hasil survey lapangan ada 42 pohon yang harus segera dipangkas rantingnya dan 10 pohon yang harus segera dipotong akibat rapuh dan rawan tumbang,” terangnya.

Menurut Anung, ada beberapa kriteria yang dilakukan terhadap pohon yang akan dipangkas dan dipotong. Seperti mengganggu jalan raya, rantingnya rawan patah dan pohonnya sudah rapuh sehingga rawan tumbang.

“Pemangkasan ranting dan pemotongan pohon ini akan dilakukan secara rutin, terutama menjelang datangnya musim kemarau dan angin kencang sehingga keselamatan pengguna jalan terjaga,” tegasnya.

Anung menerangkan, datangnya angin kencang ini salah satunya karena diakibatkan oleh kencangnya Angin Gending. Dimana angin yang terkenal di Kabupaten Probolinggo ini terjadi akibat pertemuan antara angin dari kawasan Tengger, angin Gunung Argopuro dan angin Gunung Lamongan.

“Angin ini bertemu di daerah Gending yang memang posisinya lebih rendah. Pertemuan tiga arah angin ini ditambah dengan adanya angin laut. Dari sinilah kemudian muncul angin Gending yang sangat kencang,” katanya.

Selain jalan nasional, Anung menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pemangkasan dan pemotongan pohon di sejumlah jalan kabupaten. Seperti Tongas-Sukapura; Sinto-Tegalsiwalan; Gending-Klenang; Klaseman-Maron, Pajarakan-Condong; Semampir-Wangkal; Jabung-Besuk; Paiton-Pakuniran maupun Paiton-Kotaanyar.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa tetap waspada terhadap terjadinya bencana, terutama pohon tumbang karena sekarang anginnya masih bertiup sangat kencang,” pungkasnya. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved