36.000 Hektare Lahan Kekeringan, Dinas Pertanian Optimistis Jatim Surplus Beras sampai 5 Juta Ton
Musim kemarau yang panjang berdampak pada kekeringan di lahan-lahan pertanian, areal persawahan, dan ladang di Jawa Timur.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Musim kemarau yang panjang berdampak pada kekeringan di lahan-lahan pertanian, areal persawahan, dan ladang di Jawa Timur.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo mengatakan, dari data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, sampai saat ini ada 21 kabupaten/kota yang terdampak kekeringan.
Daerah-daerah tersebut tersebar di Madura, Tapal kuda, sampai Mataraman.
• Petakan Daerah Kekeringan di Jatim dengan Pakar, Khofifah akan Bangun Embung untuk Irigasi Sawah
"Direkap saya total ada 36.826,70 hektare areal persawahan yang mengalami kekeringan," kata Hadi, Selasa (28/8/2018).
Dari jumlah tersebut, yang mengalami kekeringan dengan tingkat ringan seluas 10.660,7 hektare, lalu dengan tingkatan sedang 10.754,3 hektare, dan berat 5.938 hektare.
"Kalau yang puso (gagal panen) seluas 9473,70 hektare," tambahnya.
• Aksi #2019gantipresiden di Tugu Pahlawan Surabaya Dibubarkan Aparat, PDIP Jatim: Sudah Tepat
Walaupun begitu, Hadi mengatakan, kekeringan ini tidak banyak menurunkan produktivitas beras di Jawa Timur.
"Kalau melihat produksi kita, pada tahun 2018 ini Jawa Timur bisa surplus 5 juta ton beras, jadi kekeringan ini pengaruhnya sedikit," tutupnya.
Yuk Follow Instagram TribunJatim.com