Bupati Ngada Nonaktif, Marianus Sae Terus Menunduk ketika Majelis Hakim Bongkar Modus Korupsinya

Bupati Ngada NTT nonaktif, Marianus Sae menjalani sidang putusan terkait kasus suap senilai Rp 6,1 miliar di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Bupati Ngada Nonaktif, Marianus Sae Terus Menunduk ketika Majelis Hakim Bongkar Modus Korupsinya
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Isak tangis rekan dan kerabat Bupati Ngada NTT Nonaktif, Marianus Sae usai sidang putusan di PN Tipikor Surabaya di Sedati, Sidoarjo, Jumat (14/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bupati Ngada NTT nonaktif, Marianus Sae kembali menduduki kursi pesakitan saat sidang putusan terkait kasus suap senilai Rp 6,1 miliar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Surabaya.

Persidangan yang berlangsung pada Jumat (14/9/2018) itu dipimpin langsung oleh Hakim Ketua, Unggul Warsa Mukti dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ronald Worotikan.

"Penyelenggara atau pegawai negeri, fungsi eksekutif yudikatif dan legislatif, meliputi pejabat negara, berdasarkan fakta Marianus menjadi bupati dua periode, terdakwa sudah jelas telah menjawab semua pertanyaan jaksa," ujar satu majelis alternatif saat persidangan.

Pantauan TribunJatim.com, Marianus terlihat menunduk dan sesekali memandang majelis hakim dan JPU.

VIDEO: Bupati Ngada Nonaktif, Marianus Sae Disambut Pelukan dan Tangis Keluarga Seusai Sidang Vonis

Dalam penyampaian itu, majelis alternatif menyebutkan unsur Marianus menerima hadiah.

"Pada tahun 2011, bertemu dengan Baba Miming (Wilhelmus Iwan Ulumbu), meminta sejumlah uang untuk kegiatan operasional untuk mendapatkan proyek, akhirnya Baba Miming menjadikan ATM dan pin bank sebagai milik Marianus," ujar JPU Ronald saat persidangan berlangsung, Jumat (14/9/2018).

Ketika itu, Marianus diduga kuat menerima sekitar tiga sampai lima persen dari Rp 2,4 miliar dana yang diberikan Baba Miming, Direktur PT Sinar 99 Permai yang menyuap Marianus Sae.

Dilanjutkan Ronald, Marianus berkenalan dengan Albertus Iwan Susilo, Dirut PT Sukses Karya Inovatif.

"Saat itu, beberapa kali menemui dan meminta pekerjaan, ada kesepaktan harus ada 10 persen, sebelum ada atau sesudah adanya pengerjaan proyek," sambung Ronald.

Perihal tersebut, JPU menyatakan Marianus terbukti telah menerima sejumlah uang dari Baba Miming dan Baba Iwan melalui transfer uang melalui ATM.

Bupati Ngada NTT Nonaktif, Marianus Sae Divonis 8 Tahun Penjara, Kuasa Hukumnya Pilih Pikir-pikir

Terkait hal ini, Marianus pun mengaku perbuatannya dan hanya pasrah, serta keterangan sebelumnya bila uang itu diperuntukan untuk pencalonan dalam Pilgub dan operasioanalnya selama menjabat sebagai bupati.

"Sebenarnya, terdakwa mengenal Baba Miming sejak lama dikarenakan profesinya. Lalu saat memberikan uang Rp 2,4 miliar, terdakwa meminta empat sampai lima persennya atau sekitar Rp 825 juta," beber majelis alternatif.

Setelah itu, Hakim Ketua, Unggul Warsa Mukti mengatakan, Marianus Sae terbukti melanggar pasal 12 huruf a juncto pasl 64 dan pasal 12 B dengan pidana penjara delapan tahun dan denda Rp 300 juta subsider empat bulan penjara ditambah empat tahun pencabutan hak politik.

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help