Tingkatkan Pemanfaatan Sumberdaya Air, ITS Gandeng Multipihak untuk Diskusi Pengelolaan DAS Rejoso

Kali ini, FTSLK juga menggandeng Pemerintah Provinsi Jatim serta Forum Peduli Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejoso, dalam FGD.

Tingkatkan Pemanfaatan Sumberdaya Air, ITS Gandeng Multipihak untuk Diskusi Pengelolaan DAS Rejoso
Istimewa/TribunJatim.com
Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya, Mujiaman, saat memberikan materi terkait pengelolaan sumberdaya air dan lingkungan dalam mendukung industri, Jumat (28/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dalam rangka mencari solusi atas pasokan air bersih di sebagian wilayah Jawa Timur, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan Kebumian (FTSLK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, mengadakan Forum Group Discussion (FGD).

Kali ini, FTSLK juga menggandeng Pemerintah Provinsi Jatim serta Forum Peduli Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejoso, dalam FGD yang digelar pada Jumat (28/9/2018).

Gali Tanah untuk Pembuangan Air Limbah, Warga Watu Gong Malang Dikejutkan oleh Penemuan Benda ini

FGD yang bertempat di Gedung Research Center ITS ini mengangkat tema Menuju Pengelolaan DAS Rejoso Terpadu Melalui Kolaborasi Multipihak untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan.

Mengawali FGD, Wakil Rektor IV ITS, Prof Ketut Buda Artana, menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini sangat cocok dilaksanakan di ITS.

Sebab, kata Ketut Buda Artana, ITS dan DAS Rejoso berada dalam wilayah yang sama yakni di Jawa Timur.

Pemkot Surabaya Siapkan Rp 22 Miliar untuk Proyek Pelebaran Jalan Simpang Dukuh

"Selain itu, ITS sendiri memiliki program studi yang sangat relevan dengan permasalahan tersebut," ungkapnya membuka acara.

Guru besar Teknik Sistem Perkapalan ini juga mengatakan bahwa permasalahan lingkungan yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari hubungan manusia dengan manusia.

"Maka dari itu perlu adanya tanggapan dari berbagai pihak dalam diskusi ini guna menjawab permasalahan yang ada," ujar pria kelahiran Singaraja, Bali ini.

UM Jadi Tuan Rumah Kerjasama 45 Perguruan Tinggi se-Indonesia dengan SEU

Sementara itu, dosen Departemen Teknik Sipil ITS, Prof Nadjadji Anwar dalam diskusi menyebut bahwa ada tiga rekomendasi yang bisa diberikan sebagai peran akademisi dalam mendukung pengelolaan DAS Rejoso.

Pertama adalah agar dilakukan pengelolaan sumber daya air terpadu berbasis pengetahuan (Knowledge Base Integrated Water Resources Management) atau Smart Water Resources Management untuk DAS Rejoso.

Masa Tugas Selesai, 3 Hakim Senior dan 2 Panitera Resmi Dilepas Pengadilan Negeri Surabaya

Rekomendasi yang kedua adalah menjadikan Kali Rejoso sebagai laboratorium lapangan bagi peneliti ITS termasuk untuk topik-topik tugas akhir, tesis, dan disertasi mahasiswa.

"Rekomendasi yang terakhir adalah perlunya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah," jelasnya.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Ayu Mufihdah KS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved