Jembatan Brawijaya Kota Kediri Belum Difungsikan, 99 Bantalannya Sudah Retak Semua

Sebanyak 99 bantalan Jembatan Brawijaya Kota Kediri sudah retak semua, padahal belum difungsikan.

Jembatan Brawijaya Kota Kediri Belum Difungsikan, 99 Bantalannya Sudah Retak Semua
SURYA/DIDIK MASHUDI
Pekerja melepas bantalan karet elastomer Jembatan Brawijaya, Kota Kediri, Kamis (4/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Meski belum difungsikan dan sempat mangkrak 5 tahun, bantalan elastomer Jembatan Brawijaya, Kota Kediri sudah retak-retak. Bantalan karet ini harus dilakukan penggantian dengan elastomer yang baru, Kamis (4/10/2018).

Pihak rekanan PT Fajar Parahyangan yang membangun jembatan mengerahkan belasan pekerja untuk melepas elastomer lama dan memasang elastomer yang baru. Total ada sekitar 90 elastomer jembatan yang harus dilakukan penggantian.

Untuk melepas elastomer yang ada di setiap beton jembatan ini digunakan dongkrak hidrolik. Kemudian tim teknisi melepas bantalan elastomer lama serta mengganti dengan elastomer yang baru.

BREAKING NEWS - Diperiksa KPK 11 Jam, Wali Kota Pasuruan Langsung Murung, Lalu Dibawa ke Jakarta

Terkait penggantian elastomer jembatan ini merupakan hasil rekomendasi tim ahli peneliti dari ITS. Karena saat dilakukan pemeriksaan kelaikan jembatan juga menemukan elastomer yang telah mengalami keretakan.

Sunjata, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kediri menjelaskan, semua elastomer dilakukan penggantian karena telah mengalami krek atau keretakan.

"Elastomernya telah mengalami keretakan sehingga harus diganti yang baru. Terkait kualitas elastomer yang telah retak sebelum jembatan difungsikan harus dilakukan uji laboratorium dahulu," ujarnya.

Hafal Lagu Garuda Pancasila, Warga Madiun Diberi Saweran Hingga Rp 3 Juta Oleh Bupati Kaji Mbing

Namun karena dilihat secara fisual elastomer yang telah terpasang sudah retak sehingga direkomendasikan harus diganti. "Penggantian seluruh elastomer ini masih menjadi tanggungan dari pihak kontraktor," jelasnya.

Sunjata memperkirakan satu elastomer baru berikut pemasangan setiap titik biayanya mencapai Rp 5 jutaan. Untuk penggantian seluruh elastomer jembatan diperkirakan butuh waktu sekitar 10 hari.

Sunjata optimistis target penyelesaian pembangunan Jembatan Brawijaya tidak molor akibat penggantian elastomer.

"Sesuai kontaknya pembangunan selesai bulan Desember. Lebih cepat juga lebih baik," ungkapnya.

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp 24 Miliar KUR Bank Jatim Jombang, Kejati Jatim Periksa Puluhan Nasabah

Beberapa bagian pembangunan Jembatan Brawijaya yang masih belum diselesaikan diantaranya arsitektur gerbang jembatan, trotoar jalan serta pengaspalan.

Sementara Sunarto, Kasi Pembangunan dan Rehabilitasi Kebinamargaan Dinas PUPR Kota Kediri menambahkan, fungsi elastomer merupakan persendian antara beton jembatan supaya tidak langsung bersentuhan.

"Jembatan Brawijaya khan sempat lama macet, sehingga elastomernya mengalami kerusakan retak-retak. Sehingga elastomer yang retak harus diganti baru sesuai dengan kekuatan dan elastisitas yang disyaratkan," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan Jembatan Brawijaya sempat tersandung kasus korupsi.

Pamit Ortu Lagi Tanding di Palu, Atlet Internasional Paralayang Asal Kediri Putus Kontak Pasca Gempa

Tiga pejabat Dinas PUPR Kota Kediri telah ditahan setelah dijatuhi vonis Pengadilan Tipikor Jatim. Tiga tersangka lainnya menunggu proses persidangan. (Didik Mashudi)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved