Pesawat Tempur F-16 dan T-50 Golden Lanud Iswahjudi Siap Amankan IMF-WB Annual Meetings 2018 di Bali

Pesawat tempur dari Pangkalan Udara Militer Iswahjudi siap mengamankan pelaksanaan IMF-World Bank (WB) Annual Meetings 2018 yang dibuka pada 8 Oktober

Pesawat Tempur F-16 dan T-50 Golden Lanud Iswahjudi Siap Amankan IMF-WB Annual Meetings 2018 di Bali
SURYA/RAHADIAN BAGUS
Komandan Lanud Iswahjudi Magetan, Marsekal Pertama TNI Samsul Rizal. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Pesawat tempur dari Pangkalan Udara Militer Iswahjudi siap mengamankan pelaksanaan IMF-World Bank (WB) Annual Meetings 2018 yang dibuka pada 8 Oktober 2018 mendatang.

Dilansir dari Kompas.com (grup TribunJatim.com), dalam penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 27 ribu delegasi dari 189 negara sudah terkonfirmasi akan hadir di Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia yang dilaksanakan di kawasan Nusa Dua, Bali tersebut.

Beberapa pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 3, dan pesawat T-50 Golden Eagle dari Skadron Udara 15, Lanud Iswahjudi akan membantu pengamanan udara.

Hal itu disampaikan oleh Komandan Lanud Iswahjudi Magetan, Marsekal Pertama TNI Samsul Rizal, seusai membuka acara peringatan HUT TNI ke-73 di Alun-alun Kota Madiun, Jumat (5/10/2018) sore.

Ia mengatakan, TNI AU sudah membentuk satuan tugas udara (Satgasud) di Bali untuk pengamanan wilayah udara.

"Selama periode itu, kami standby dan melakukan patroli udara. Pesawat kami masing-masing dua flight, F-16 dan T-50 Golden Eagle, serta didukung pesawat Sukhoi," kata Samsul Rizal saat ditemui Surya (grup TribunJatim.com).

Tanggapi Hasil Survei LSI Denny JA, Gerindra Jatim Bahas Soal Ahok yang Kalah di Pilkada DKI

Samsul menuturkan, dalam setiap penerbangan patroli, biasanya melibatkan dua pesawat tempur.

Namun, apabila pada saat dilakukan patroli ditemukan adanya pelanggaran wilayah udara, maka Lanud Iswahjudi akan menerbangkan dua pesawat tempur untuk membantu.

Dilanjutkan Samsul, pengamanan wilayah udara sudah menjadi tugas dan tanggung jawab TNI AU.

Terlebih lagi, peserta yang menghadiri acara merupakan para tamu negara dari berbagai negara, sehingga perlu dijaga keamanannya. 

"Ini memang bagian tugas TNI. Pertahanan itu kan seperti asuransi, jaminan. Kami tidak bisa membiarkan wilayah udara kita terbuka tanpa pengamanan, apalagi ada banyak kehadiran tamu negara dari berbagai negara. Saya kira ini tanggung jawab kita sebagai tuan rumah untuk memberikan jaminan keamanan," imbuhnya. (rbp)

Soal Kasus P2SEM, Kajati Jatim: 14 Mantan Anggota DPRD Jatim 2004-2009 akan Dimintai Keterangan

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved