Otak Komplotan Curanmor Minta Maaf dan Cium Tangan Korban saat Press Release di Polda Jatim
Satu pelaku atau otak komplotan pencuri, yakni Muhammad Imron langsung meminta maaf kepada korban.
Penulis: Pradhitya Fauzi | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim menangkap komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) di 16 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Malang dan Pasuruan.
Ada dua dari enam pelaku yang berhasil ditangkap, sementara empat lainnya masih dalam pengejaran.
Kedua pelaku itu adalah Muhammad Imron alias Baron (36) asal Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan yang berperan sebagai penadah sekaligus pemetik, dan Muhammad Solikin alias Likin (32), asal Kecamatan Kedung Kandang, Kabupaten Malang, yang bertugas sebagai eksekutor.
• Diikuti Sejumlah Negara, South East Asian Hockey Indoor Challange akan Digelar di Kota Malang
• Bupati Malang Rendra Kresna Benarkan Ada Penggeledahan Dari KPK di Ruang Kerjanya
Dalam press release yang digelar pada Senin (8/10/2018), polisi mempertemukan pelaku dan korban pencurian.
Saat itu, satu pelaku atau otak komplotan pencuri, yakni Muhammad Imron langsung meminta maaf kepada korban.
Imron langsung menjabat tangan korban, lalu mencium tangan korban.
"Maafin saya ya pak," ujar Imron dengan nada lirih, Senin (8/10/2018).
• Cerita Kiper Persebaya Ditantang Suporter di Lapangan Kanjuruhan Saat Laga Lawan Arema FC
Korban yang merupakan pemilik mobil Toyota Kijang berwarna biru nopol L P 304 J bernama Solihan, warga Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jatim itu mengatakan memaafkan Imron cs.
"Iya," jawabnya, singkat, lalu tersenyum.
Kepada awak media, Solihan mengaku kehilangan mobilnya saat tengah diparkir di depan rumahnya sekitar awal September 2018 lalu.
"Waktu itu saya parkir di depan rumah," ujar Solihan sembari menunjuk mobil yang ada di sisi kanannya.
• Sidang Kasus Pasar Turi, Kuasa Hukum Henry J Gunawan Sebut Keterangan Saksi Berbelit-belit
Solihan menambahkan, pencurian itu berlangsung dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Tak hanya Solihan, ada juga dua korban pencurian yang diundang Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim untuk menerima kendaraannya yang dicuri komplotan curanmor yang diketuai Imron itu.
Wadirreskrimum Polda Jatim, AKBP Juda Nusa Putra mengatakan, kendati telah meminta maaf, tak berarti Imron bebas dari segala hukuman penjara.