Sebut Keberadaan di Wilayah Sangat Strategis, Dinas PUPR Bakal Awasi Proyek Avour Wilayut

Menurut Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan, Avour Wilayut fungsi utamanya adalah pembuangan atau drainase dan juga untuk irigasi.

Sebut Keberadaan di Wilayah Sangat Strategis, Dinas PUPR Bakal Awasi Proyek Avour Wilayut
Surya/Irwan Syairwan
Kepala PUPR Sigit Setyawan dan Bupati Sidoarjo saat sidak jalan 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Normalisasi Avour Wilayut merupakan salah satu proyek strategis Dinas PUPR Sidoarjo yang dinilai sangat penting untuk mencegah banjir.

Menurut Kepala Dinas PUPR Sidoarjo, Sigit Setyawan, Avour Wilayut fungsi utamanya adalah pembuangan atau drainase dan juga untuk irigasi.

"Seperti proyek-proyek lainnya, dalam pengerjaannya juga selalu diawasi oleh PUPR. Agar sesuai dengan spesifikasi dan tujuan dilakukannya proyek tersebut," kata Sigit, Kamis (11/10/2018).

Menjelang Tahun Politik 2019, Perhumas Ajak Masyarakat Surabaya Perangi Hoaks

Proyek Avour Wilayut sendiri sempat alot dalam proses pengadaannya.

Ketika awal proses lelang, 62 peserta lelang dinyatakan tidak ada yang memenuhi syarat untuk mengerjakan proyek dengan anggaran Rp 2 miliar tersebut.

Kemudian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Sidoarjo melakukan tender ulang.

Update Perkembangan Kasus Penyerangan Desa Suruhan Lor, Polres Tulungagung Undang Perwakilan Warga

Retender itu kemudian menetapkan proyek pemeliharaan Avour Wilayut dengan angka penawaran terendah Rp 975 juta dari pagu Rp 2 M.

Penawaran sampai 50 persen di bawah pagu inilah yang sempat menjadi perbincangan sejumlah kalangan.

Beberapa pihak sempat ragu jika proyek bisa berjalan sebagaimana diharapkan dengan nilai separo di bawah pagu.

Terjerat Kasus Korupsi Dana Desa, 3 Kades di Gresik Mulai Disidang dan Dituntut Hukuman Penjara

"Kalau soal pengadaan itu sepenuhnya wewenang ULP. Kami tidak bisa berkomentar. Tentunya, ULP punya pertimbangan teknis, patokan harga, mekanisme dan sebagainya. Itu wewenang mereka," kata Sigit menanggapi kabar tersebut.

Setelah proses lelang selesai dan mulai ada pihak ketiga yang mengerjakan, PUPR akan melakukan pengawasan terhadap pekerjaan itu. Agar sesuai dengan spesifikasi dan perencanaan.

PP Nomor 24 2018 Diterbitkan, Urus Izin Bisa Melalui Elektronik Secara Terintegrasi

Sebelum pengadaan, PUPR terlebih dulu membuat dokumen perencanaan dan pengadaan yang menjadi dasar calon peserta melakukan penawaran.

Lelang atau pengadaanya ditangani ULP, kemudian setelah ada pemenang dan dilakukan proses pengerjaan dan pengawasan kembali ke tangan PUPR.

Dapat Sanksi Berat dari Komdis PSSI, Arema FC Lapang Dada dan Pastikan Tak Akan Ajukan Banding

Penulis: M Taufik
Editor: Ayu Mufihdah KS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help