Jazz Museum di Probolinggo Untuk Rayakan Sumpah Pemuda

Ribuan orang sangat menikmati konser Jazz Museum 2018 di Museum Kota Probolinggo, Sabtu (27/10/2018) malam.

Jazz Museum di Probolinggo Untuk Rayakan Sumpah Pemuda
(Surya/Galih Lintartika)
Suasana Jazz Museum 2018 di Museum Kota Probolinggo 

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Ribuan orang sangat menikmati konser Jazz Museum 2018 di Museum Kota Probolinggo, Sabtu (27/10/2018) malam.

Pengunjung terlihat sangat menikmati sekali penampilan bintang tamu yang memeriahkan acara tahunan ini.

Acara ini digelar oleh sejumlah pemuda kreatif Kota Probolinggo. Jazz Museum kali ini diselenggarakan untuk memeriahkan dan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-90.

Maka dari itu, konsep jazz ini mengusung tema yang berkaitan dengan perjuangan dan pemuda.

Lagu - lagu yang dibawakan pun bertemakan tentang lagu daerah dan perjuangan yang diaransemen menjadi musik jazz.

Inilah Kisah KH Maruf Amin Tentang Pohon dan Orang Tua, Hingga Ia Mau Jadi Cawapres Jokowi

Meski demikian, kenikmatan dan makna lagu itu pun tak berkurang meski diaransemen menjadi musik jazz. Bahkan, pengunjung sangat menikmati lagu yang dibawakan oleh para bintang tamu.

Di even Jazz Museum ini, ada penyanyi lokal ternama asal Banyuwangi yakni, Wandra yang hadir dan menghibur masyarakat Probolinggo.

Dalam penampilannya, Wandra membawakan lagu andalannya berjudul "Kelangan". Sesekali pemuda kelahiran tanah Oseng itu, menyapa dan mengajak penonton bernyanyi bersama.

Tak hanya itu, Jeje seorang pemuda spesialis pemain Sape, turut menghibur telinga dan mata para penonton Jazz Museum.

Dengan lincah, Jemari Jeje memetik senar-senar Sape. Selain lagu yang dibawakan bertemakan perjuangan, latar panggung jazz ini adalah museum.

4 Link Live Streaming Timnas U-19 Indonesia VS Jepang, Minggu (28/10/2018), Kick Off Pukul 19.30 WIB

Pengunjung bisa merasakan sensasi menonton konser musik dengan dikelilingi sejumlah kendaraan tempur kuno, seperti pesawat Nomad bersama lokomotif kuno, dan tank milik Marinir.

Ketua penyelenggara, Farid Fahlevi mengatakan, di momen sumpah pemuda kali ini, Jazz Museum sengaja mengusung lagu perjuangan, dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme para pemuda Probolinggo.

Sementara lagu daerah, sebagai wujud pelestarian warisan bangsa, yang mesti dijaga agar tetap ada.

"Di momen sumpah pemuda ini, kami ingin menampilkan sesuatu yang beda. Yakni melalui sebuah even musik, yang tentunya klasik namun tetap kekinian,"ujar Farid pada TribunJatim.com.

Even Jazz Museum tahun 2018, ditutup dengan menyanyikan lagu "Tanah Air Beta" , dimana dinyanyikan secara bersama-sama oleh para penonton yang hadir. (lih/TribunJatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved