Pelajar di Gresik Dominasi Pelanggaran Lalu Lintas saat Operasi Zebra 2018

Dari gelaran Operasi Zebra 2018 tersebut, Polres Gresik paling banyak menindak pelanggar lalu lintas berstatus pelajar.

Pelajar di Gresik Dominasi Pelanggaran Lalu Lintas saat Operasi Zebra 2018
SURYA/SUGIYONO
Tim gabungan Polres Gresik memeriksa kelengkapan surat-surat pengendara kendaraan di terminal angkutan Umum Bunder Gresik, Rabu (7/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Operasi Zebra 2018 yang digelar Polres Gresik selama 9 hari sudah menindak ribuan orang pelanggar lalu lintas.

Dari gelaran Operasi Zebra 2018 tersebut, Polres Gresik paling banyak menindak pelanggar lalu lintas berstatus pelajar.

Operasi ini digelar untuk menindak pelanggar lalu lintas seperti  tidak menggunakan helm SNI, tidak menggunakan sabuk pengaman, berkendara melebihi kecepatan, berkendara dalam pengaruh minuman keras atau alkohol.

Lainnya yaitu, pengendara dibawah umur, menggunakan telepon seluler saat berkendara dan berkendara melawan arus.

Diduga Korsleting Listrik, 3 Motor di Surabaya Terbakar, Lebih dari 10 Mobil Damkar Diterjunkan

"Selama sembilan hari operasi zebra Semeru 2018 ini berhasil menindak pelanggar lalu lintas sebanyak 3.000 orang," kata Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Wikha Ardilestanto, melalui KBO Lantas, Ipda Khoirul Alam, Rabu (7/11/2018).

Dari 3.000 pelanggar lalu lintas tersebut, 50 persen didominasi oleh pelajar dan 30 persen oleh pengendara mobil yang tidak pakai sabuk pengaman.

"Dua puluh persennya ini masyarakat umum yang tidak pakai helm SNI dan melawan arus," imbuhnya.

Oleh karena itu, jajaran Polres Gresik bersama tim gabungan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Kejaksaan, Pengadilan, dan Polisi Militer (PM) untuk melakukan operasi lalu lintas sidang di tempat.

Pamit Mencari Istri dan Anak, Pria di Malang Nekat Panjang Tower BTS Telkom

Kegiatan tersebut dilaksanakan di terminal angkutan umum, sehingga semua pengguna kendaraan dapat diperiksa surat-surat kendaraan dan dilihat pelanggarannya.

"Operasi sidang di tempat ini untuk memudahkan pengendara kendaraan pelanggar yang melanggar lalu lintas dan tidak melengkapi surat-surat kendaraan," kata Ipda Khoirul Alam.

Ipda Khoirul Alam mengimbau kepada para pengendara lalu lintas untuk mematuhi rambu-rambu dan melengkapi surat-surat kendaraan. 

"Baik STNK sudah bayar pajak, punya SIM dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas," imbuhnya.

Burger King Bandara Ngurah Rai Bali Viral usai Beri Kesempatan Penyandang Disabilitas Bekerja

Selama operasi lalu lintas sidang di tempat ratusan pengendara motor dan mobil terjaring operasi.

Mereka langsung didata dan bisa melaksanakan sidang pelanggaran lalu lintas ditempat.

"Pengendara kendaraan banyak yang terkena Pasal 281 Undang-undang nomor 22, Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) yaitu tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan terkena Pasal 288 ayat 1 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ akibat tidak membayar pajak kendaraan," kata Hakim Ketua, Rachmansyah.

Ramah Lingkungan, Sepeda Listrik Migo Targetkan 200 Titik Substasiun di Surabaya

Penulis: Sugiyono
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved