Rumah Politik Jatim

Halaqah Ulama & Anak Cucu Pendiri NU Serukan MLB Ma'ruf Amin Nyawapres, Begini Tanggapan PWNU Jatim

Halaqah Ulama & Anak Cucu Pendiri NU Serukan Digelar MLB terkait KH Ma'ruf Nyawapres, Begini Tanggapan Serius PWNU Jatim.

Halaqah Ulama & Anak Cucu Pendiri NU Serukan MLB Ma'ruf Amin Nyawapres, Begini Tanggapan PWNU Jatim
TRIBUNJATIM/SUTONO
Suasana Halaqah Ulama NU di kediaman KH Hasib Wahab Chasbullah, Ponpes Chasbullah, Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Rabu (14/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PWNU Jatim langsung menyikapi halaqah yang digelar para ulama dan dzuriyah (anak-cucu) pendiri Nahdlatul Ulama (NU), di kediaman KH Hasib Wahab Chasbullah, Ponpes Chasbullah Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Rabu (14/11/2018).

Dimana salah satu hasilnya, sepakat menyerukan agar PBNU menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB) NU terkait sikap dan pencalonan KH Ma'ruf Amin, sebagai Cawapres mendapingi Capres Joko Widodo maju Pilpres 2019.

Rais Aam KH Maruf Amin Nyawapres, Halaqah Ulama & Anak Cucu Pendiri NU Serukan Muktamar Luar Biasa

KH Reza Ahmad Zahid Lc MA, Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim mengatakan, langkah yang ditempuh Kiai Ma'ruf Amin maju Cawapres memang kontroversial, namun itu hanya dari sisi sikap saja.

"Dari sisi sikap artinya, saat beliau masih posisi Rais Aam PBNU, dan diminta jadi wakil Joko Widodo, ini jadi fenomena kontroversial yang dirasakan sejumlah kalangan di NU. Sementara kalau dilihat dari sisi sistem dan prosedur di Nahdlatul Ulama, sudah sesuai dengan prosedur yang ada. Kalau menjabat Rais Aam dan akan menjabat pemimpin negara wajib mundur dari posisinya di NU. Dan ini sudah dilakukan beliau," ujarnya, saat dikonfirmasi Surya (Tribunjatim Network) Rabu (14/11/2018) malam.

Soal Desakan Ulama dan Anak Cucu Pendiri NU untuk Gelar Muktamar Luar Biasa, PKB Serahkan ke PBNU

Dari situ, lanjut Gus Reza, jelas bahwa dari sisi prosedur dan keorganisasian apa yang dilakukan KH Ma'ruf Amin tidak ada permasalahan, karena sudah sesuai AD/ART dan aturan main.

"Tapi yang dirasakan kalangan grass root sampai elit NU, yang dipandang justru kontroversial secara sikapnya saja. Dan itu tidak bisa dipungkiri bahwasanya dari kultural NU, memang ada yang sepakat dengan langkah beliau dan ada yang tidak sepakat," jelasnya.

Gerindra Ungkit Janji SBY & AHY Kampanyekan Prabowo, Demokrat: Sandiaga Uno Harus Tepati Janji Dulu

Gus Reza lantas memberikan pengertian untuk pengurus atau orang yang berkhidmat di strukrtur NU, bahwa setelah Kiai Ma'ruf Amin sudah resmi ikut mencalonkan diri di Pilpres 2019, maka sudah lepas semua jabatannya di PBNU, sebagai Rais Aam.

Sehingga sekarang tinggal bagaimana masyarakat menentukan pilihan mana yang membawa kemaslahatan bangsa, negara, dan NU.

Didemo Soal Langkahi Makam Kiai Bisri, BPP Prabowo: Ada yang ingin Benturkan Santri dengan Sandi

"Dipilih saja diantara dua calon yang ada. Saya positif, halaqah itu diadakan untuk menyikapi langkah Kiai Maruf Amin yang kontrofersial. Tapi dari sistem sudah sesuai dengan peraturan," tambahnya.

Jika ada sebagian kalangan yang meminta digelarnya MLB, hal itu, kata gus Reza merupakan hak mereka.

Namun, dirinya tetap menghimbau kepada masyarakat agar bersikap dewasa atas pencalonannya Kiai Ma'ruf Amin mendapingi Jokowi.

Dana KUR Bank Jatim Rp 12,7 miliar Antar Mantan Anggota DPRD ini Jadi Tersangka dan Ditahan Kejati

"Beliau juga berhak mencalonkan diri dan beliau juga punya punya hak melepas jabatan sesuai prosedur sesuai yang dietapkan AD/ART. Saya khawatir, kalau halaqah-halaqah yang mendekridiskan Kiai Ma'ruf mempunyai tujuan politis. Sehingga dampaknya malah mengkambing hitamkan NU," tandas Gus Reza. (Pipit Maulidiya)

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved