Kadin Usulkan 3 Strategi untuk Genjot Kunjungan Wisman di Jatim, Termasuk Buat UMKM Lebih Gesit

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim mengusulkan tiga strategi agar kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Jawa Timur terus meningkat.

Kadin Usulkan 3 Strategi untuk Genjot Kunjungan Wisman di Jatim, Termasuk Buat UMKM Lebih Gesit
SURYA/HAORRAHMAN
Para wisatawan saat mengunjungi Kawah Ijen di Banyuwangi yang jadi satu favorit selama libur lebaran 2018. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim mengusulkan tiga strategi agar kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Jawa Timur  terus meningkat.

Tim Ahli Kadin Jatim, Jamhadi mengatakan, meski kunjungan wisman di Jatim tahun ini meningkat dibanding tahun lalu, namun dari sisi tingkat keterisian hotel masih rendah.

"Kunjungan wisman di Jatim memang meningkat, tetapi TPK hotel masih sekitar 60 persen. Padahal ada kota-kota tertentu yang punya pariwisata bagus seperti Pasuruan, Malang, daerah-daerah wisata lainnya," jelasnya, Rabu (5/12/2018).

Musim Hujan, Harga Tomat di Pasar Wonokromo Naik Rp 2.000 hingga Rp 3.000 Per Kg, Ini Kata Pedagang

Menurutnya, strategi pertama untuk meningkatkan kunjungan wisman secara makro harus ada koordinasi antara penyelengara perjalanan wisata dengan pemilik-pemilik hotel, dan pihak penerbangan di Jatim.

"Misal Bandara Juanda bisa diperbanyak penerbangan langsung ke sini. Selama ini kan belum ada penerbangan langsung dari China ke sini. Jepang juga tidak ada, tapi di Denpasar, semua negara ada penerbangan langsung. Nah, itu yang perlu dikuatin," jelasnya.

Artis VV hingga NR Diendorse Kosmetik Oplosan Asal Kediri, Tarifnya hingga Rp 15 Juta Per Minggu

Strategi selanjutnya yakni bekerja sama dengan provinsi lain, khususnya Yogyakarta dan Bali, melalui penyediaan paket wisata antara Bali-Surabaya-Jogjakarta.

"Nah, itu cara-cara yang harus ditempuh oleh para pelaku usaha di bidang tourism. Lalu strategi ketiga, dengan menggenjot usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih gesit," katanya.

Misalnya produk Batik yang cara jualannya dibuat lebih merakyat seperti lesehan bersimpuh di hotel mewah.

Soal Kasus Dugaan Korupsi PT Jamkrida, Kejati Jatim: Tak Bisa Seketika Deteksi Tersangka Baru

Berdasarkan data BPS Provinsi Jatim, jumlah kunjungan wisman ke Jatim sepanjang Januari - Oktober 2018 mencapai 266.217 kunjungan atau naik 33,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 199.598 kunjungan.

Sedangkan pada Oktober saja mencapai 25.845 kunjungan atau naik 26,45 persen. dibandingkan Oktober 2017.

Meski kunjungan meningkat, tetapi TPK hotel di Jatim pada periode tersebut justru turun 2,96 poin dibandingkan September 2018, yakni hanya mampu mencapai 55,47 persen.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved