Puluhan Mantan Karyawan Hotel Panorama Jember Berdemo Saat Pembukaan Hotel Baru

Sekitar 20-an mantan karyawan Hotel Panorama Jember berunjukrasa di Jalan Agus Salim, Jember, Rabu (5/12/2018).

Puluhan Mantan Karyawan Hotel Panorama Jember Berdemo Saat Pembukaan Hotel Baru
sri wahyunik/surya
Puluhan mantan karyawan Hotel Panorama jember berdemo 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Sekitar 20-an mantan karyawan Hotel Panorama Jember berunjukrasa di Jalan Agus Salim, Jember, Rabu (5/12/2018).

mantan karyawan Hotel Panorama Jember berunjukrasa di depan bekas Hotel Panorama yang kini berganti nama menjadi Hotel Luminor.

Mantan karyawan Hotel Panorama Jember menuntut hak mereka paska tidak bekerja lagi di hotel tersebut. Ada 23 karyawan yang tidak lagi dipekerjakan oleh Hotel Panorama, ataupun kini berganti nama menjadi Luminor. Sementara itu dalam manajemen Hotel Luminor, masih tetap ada pemilik Hotel Panorama.

Menurut salah satu pendemo yang enggan disebut namanya, ada 23 orang yang diberhentikan.
"Terakhir bekerja akhir November lalu. Kami tidak bekerja lagi di Panorama, namun juga tidak diberi pesangon," katanya kepada TribunJatim.com.

596 CPNS Kota Malang Tes SKB di Jember

Kalaupun ingin bekerja di Hotel Luminor, masa kerja mereka dihapus. 23 orang ini diminta membikin surat lamaran kerja baru. Artinya masa kerja mereka di Hotel Panorama sebelumnya tidak dihitung.

"Padahal kami yang aksi ini ada yang bekerja mulai lima tahun, tujuh tahun, juga sembilan tahun. Tidak semua nasibnya kayak kami sih. Mereka yang baru-baru bekerja satu dan dua tahun tetap bekerja dengan manajemen yang baru ini," imbuhnya kepada TribunJatim.com.

Koordinator aksi, Eko Sumarjo menegaskan, ke-23 orang itu akhirnya meminta uang pesango. Mantan karyawan Panorama tidak mau jika diminta membuat surat lamaran kerja baru, yang itu menghapus masa kerja mereka. "Kami menuntut pesangon diberikan," tegas Eko.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Jember Bambang Edy Santoso mengatakan, kasus antara manajemen Hotel Panorama dan pekerjanya sudah dimediasi oleh Disnaker Jember. Namun dalam tiga kali mediasi, pihak hotel tidak memenuhi undangan mediasi itu.

"Para pekerja yang demo ini sebenarnya tidak di-PHK, namun memang sudah tidak bekerja di Panorama karena nama hotelnya berganti, sekarang menjadi Luminor dengan manajemen baru. Meskipun pemilik Panorama tetap ada di Luminor. Pekerja diminta membikin surat lamaran baru yang artinya masa kerja mereka dihitung nol tahun, itu ya tidak boleh," kata Bambang.

Bambang Suryo Ibaratkan Pengaturan Skor Seperti Angin: Harus Ada Data yang Real dan Valid

Jika mereka tetap dipekerjakan oleh Luminor, maka seharusnya masa kerja mereka tetap dihitung selama masa kerja mereka. Namun jika manajemen Hotel Panorama menghentikan mereka, maka harus memberikan pesangon.

Disnaker, kata Bambang, tetap akan memantau kasus tersebut. Nantinya mediator akan memberikan arahan, selain itu, Disnaker juga akan menurunkan pengawas ke hotel tersebut.

Di tengah-tengah aksi, pihak Disnaker mempertemukan perwakilan pekerja dengan pemilik Hotel Panorama. Setelah pertemuan itu, akhirnya disepakati jika 23 orang pekerja tidak bekerja di hotel dengan manajemen baru tersebut.

Pemilik Hotel Panorama, Agus Sugianto juga menyepakati akan memberikan pesangon kepada pekerja.

Kadisnaker Bambang menegaskan kesepakatan itu. Berdasarkan peraturan, maka pesangon yang akan diterima oleh 23 orang pekerja itu berupa satu kali ketentuan aturan pesangon, penghargaan masa kerja, juga ditambah masa cuti yang belum diambil. "Nanti akan dihitung oleh pihak owner, Pak Agus. Besaran masing-masing pekerja berbeda, sesuai dengan masa kerja masing-masing," pungkas Bambang.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved