Korban Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan PT Sipoa Group Puas dengan Tuntutan Jaksa

I Wayan Sosiawan memimpin sidang yang beragendakan tuntutan terhadap dua petinggi PT Sipoa Group di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya.

Korban Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan PT Sipoa Group Puas dengan Tuntutan Jaksa
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Budi Santoso dan Klemens Sukarno Candra, terdakwa dugaan penipuan dan penggalapan proyek apartemen PT Sipoa Group menjalani sidang tuntutan di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (6/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Majelis Hakim, I Wayan Sosiawan memimpin sidang yang beragendakan tuntutan terhadap dua petinggi PT Sipoa Group di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (6/12/2018).

Ketika itu, kedua terdakwa, yaitu Budi Santoso dan Klemens Sukarno Candra dituntut empat tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rakhmat Hari Basuki.

Ketua Paguyuban Pembeli Proyek Sipoa (P2S), Antonius Mulyono menuturkan, ia dan korban lainnya merasa cukup puas atas tuntutan JPU.

Terjerat Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Dua Terdakwa PT Sipoa Group Dituntut 4 Tahun Penjara

Arema FC Vs Sriwijaya FC, Laskar Wong Kito Siap Patahkan Keangkeran Markas Singo Edan

Menurutnya, JPU telah menjatuhkan pidana penjara sesuai dengan kesalahan para terdakwa.

“Kami puas, sebab JPU sudah menjatuhkan tuntutan maksimal kepada dua terdakwa,” tegas Mulyono kepada awak media saat dijumpai usai sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (6/12/2018).

Pria yang akrab disapa Anton itu mengimbuhkan, seharusnya ada aturan hukum khusus yang mengatur tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan secara berjamaah.

Melapor ke Polda Jatim, Bos Sipoa Group Mengaku Punya Tujuan ini untuk Terduga Investor Abal-Abal

PT Betonjaya Manunggal Optimistis Pasar Perumahan akan Tetap Tumbuh Positif Meski Ada Keluhan Lesu

Sebab, dalam kasus ini, lanjut Anton, korban dari penipuan yang dilakukan para terdakwa tidaklah sedikit.

“Tahu sendiri korbannya banyak kan, sampai ratusan, bahkan nilai uang nggak sedikit,” sambungnya.

Terpisah, salah seorang tim penasehat hukum terdakwa, yakni Franky Desima Waruwu menegaskan, proses hukum perkara tersebut belum selesai.

OPPO Lakukan Panggilan Video Multiparty Pertama di Dunia Pakai Jaringan 5G

Motor Curian Kehabisan Bensin, Maling Motor dan Burung di Pasuruan Pasrah Dibekuk Polsek Prigen

Halaman
123
Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved