Yayasan Wasaka Fokus pada Gerakan Sosial, Budaya dan Agama

Yayasan Waja Sampai Kapiting (Wasaka) yang melibatkan orang-orang Banjar gencar melakukan sosialisasi di berbagai daerah, termasuk Surabaya.

Yayasan Wasaka Fokus pada Gerakan Sosial, Budaya dan Agama
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Ketua Yayasan Wasaka, Peter AT saat menjelaskan terkait visi dan misi Yayasan Wasaka di Hotel Aria Surabaya, Jumat (7/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Usai diresmikan oleh Menhumkam pada 23 Oktober 2018 lalu, Yayasan Waja Sampai Kapiting (Wasaka) yang melibatkan orang-orang Banjar gencar melakukan sosialisasi di berbagai daerah, termasuk Surabaya.

Ketua Yayasan Wasaka, Peter AT menjelaskan, Yayasan Wasaka tersebut berfokus pada gerakan sosial, budaya, dan agama.

Yayasan Wasakan bermula dari melihat kondisi para orang tua banyak yang terlantar dan melihat panti jompo tempat yang horor.

Komunitas Wasaka Gelar Hajatan Urang Benua untuk Sosialisasikan Yayasan Wasaka

Citraland Gandeng Telkom Sediakan Layanan ICT untuk Wujudkan Kawasan Modern

"Banyak orang tua akhirnya takut. Nah, di Yayasan Wasaka ini membantu mereka untuk membiayai hidup mereka. Dananya nanti melalui sistem kerja sama dengan mitra usaha," terang Peter.

Yang jelas, kata Peter, ketika terlibat di dalam Yayasan Wasaka, harus memiliki siap mental memberi dalam kondisi apapun, sebab Yayasan Wasakan merupakan gerakan sosial dan dapat diikuti oleh siapapun.

"Nah, untuk dana operasionalnya kami melibatkan stakeholder terkait, misal mitra usaha di bidang properti. Dengan harapan, ke depannya kami para senior ini yang membuka jalan dan bisa diteruskan ke generasi muda," jelasnya.

Persebaya Vs PSIS Semarang, Ini Alasan Djanur Pilih Rachmat Irianto Gantikan Peran Fandry Imbiri

Tanam Pohon Berbunga Eksotik, Surabaya Menjelma Jadi Kota Seribu Taman

72 Anggota Mabisaka dan Pinsaka Pramuka Bahari Kwarcab Kota Surabaya Resmi Dilantik

Kegiatan hajatan urang benua yang berlangsung di Hotel Aria Surabaya tersebut, setidaknya diikuti 204 orang lebih.

Mereka rata-rata berusia mulai 35 tahun ke atas.

Para orang Banjar ini datang dari berbagai daerah mulai dari Jakarta, Surabaya, hingga luar Jawa.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved