Taman Monumen Lokomotif C2606 Jadi Ikon Baru Kota Madiun

Kota Madiun kini memiliki satu ikon baru, bernama Taman Monumen Lokomotif C2606 yang berada di Jalan Kompol Sunaryo.

Taman Monumen Lokomotif C2606 Jadi Ikon Baru Kota Madiun
SURYA/RAHARDIAN BAGUS
Taman Monumen Lokomotif C2606 di Jalan Kompol Sunaryo, Kota Madiun, Senin (7/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Kota Madiun kini memiliki satu ikon baru, bernama Taman Monumen Lokomotif C2606 yang berada di Jalan Kompol Sunaryo.

Selain menjadi simbol sejarah, taman tersebut dapat digunakan sebagai tempat bermain bagi masyarakat Kota Madiun.

"Konsep taman ini dibuat tidak hanya untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), namun juga sebagai tempat hiburan," kata Kepala PT KAI Daop 7 Madiun, Heri Siswanto, usai meresmikan Taman Monumen Lokomotif C2606, Senin (7/1/2019) pagi.

Pengusaha UMKM di Karesidenan Madiun dan Kediri Dapat Suntikan Modal dari PT INKA

Pemkab Nganjuk Akan Berikan Santunan Kepada Anggota TRC Korban Gas Beracun

Heri Siswanto mengatakan, lokasi Taman Monumen Lokomotif C2606 berada di dekat Jalan Perlintasan Langsung (JPL) no 138.

Selama ini, ada banyak masyarakat yang bermain di JPL no 138, padahal lokasi perlintasan tersebut merupakan daerah tertutup untuk umum.

Dengan dibuatnya taman tersebut, warga tidak lagi bermain di sekitar perlintasan, sehingga aman bagi perjalanan kereta api, dan juga aman bagi masyarakat.

5 Tempat Wisata di Jawa Timur yang Bisa Jadi Pilihan Habiskan Waktu Libur, Pantai sampai Kawah Ada!

"Terpantau sering warga tiap sore bermain di area tersebut, padahal sesuai UU no 23 th 2007 tentang perkeretaapian, hal tersebut melanggar karena itu daerah tertutup untuk umum, diharapkan taman ini bisa mengakomodir warga yang ingin bermain," katanya.

Dia berharap, taman tersebut selain menjadi wahana bermain, juga sebagai wahana edukasi, warga bisa mengetahui sejarah perubahan PT KAI dari waktu ke waktu.

Seusai Blusukan di Pasar Ngemplak, Presiden Jokowi Resmikan Empat Proyek di Tulungagung

"Lokomotif C2606 adalah lokomotif uap buatan pabrik Henschel, Jerman. Lokomotif ini memiliki susunan gandar 0-6-0T dan berat 21 ton. Lokomotif ini menggunakan bahan bakar kayu jati atau batu bara, dan dapat melaju dengan kecepatan 25 km/jam," tambahnya. (Surya/Rahardian Bagus)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved