Malang Corruption Watch: Masih Banyak Aktor-Aktor Lain yang Belum Dijadikan Tersangka Oleh KPK

Malang Corruption Watch (MCW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera memberantas korupsi lain yang ada di Kabupaten Malang.

Malang Corruption Watch: Masih Banyak Aktor-Aktor Lain yang Belum Dijadikan Tersangka Oleh KPK
SURYA/RIFKY EDGAR
Aksi treatikal yang dilakukan oleh Malang Corruption Watch (MCW) di depan Kantor Bupati Malang, Rabu (9/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KLOJEN - Malang Corruption Watch (MCW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera memberantas korupsi lain yang ada di Kabupaten Malang.

Pernyataan tersebut disampaikan M Fachrudin, koordinator MCW ketika melakukan aksi di depan Kantor Bupati Malang pada, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, masih banyak koruptor lain yang berkeliaran dan belum belum ditindak oleh KPK.

"Pada tanggal 3 Januari kemarin, Ali Murtopo (AM) sudah di dakwa, kemudian dalam dakwaan tersebut menyebutkan secara jelas bahwa ada aktor lain yang berperan dalam korupsi yang melibatkan Rendra Kresna (RK)," ucapnya.

Ketua KSP Galang Artha Sejahtera Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Korupsi KUR BNI Cabang Madiun

Dalam orasi yang digelar pada pukul 09.30 WIB tersebut, juga memperagakan aksi treatikal dengan melibatkan tiga orang.

Tiga orang tersebut mengenakan topeng bertuliskan koruptor dengan dua orang diikat tangannya dan jongkok.

Sedangkan satu orang lagi berdiri dengan memakai celana pendek, yang menurut Fachrudin, merupakan ilustrasi dari aktor yang belum ditangkap oleh KPK.

"Di dalam dakwaan tersebut jelas (sidang Ali Murtopo) ada orang berinisial IK, seorang pengusaha yang disebutkan telah memberikan uang sebesar Rp 11 Miliar," ujarnya.

Direktur PDAM Kota Mojokerto periode 2013-2017 diduga melakukan korupsi

Lanjutanya, aktor-aktor lain yang ia sebutkan tersebut merupakan pihak-pihak yang memberikan anggaran untuk dana kampanye yang dilakukan oleh RK dan AS.

Ia juga berujar bahwa KPK pastinya sudah memiliki bukti terkait aktor-aktor yang hingga kini masih bebas berkeliaran tersebut.

Halaman
12
Editor: Ani Susanti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved