Sehari Raup Rp 100 Ribu, Juru Parkir di Gondanglegi Malang Ketagihan Sabu Senilai Rp 300 Ribu

DA (22) warga Dusun Kendayan, Desa Gondanglegi Wetan Kecamatan Gondanglegi terpaksa diringkus oleh jajaran Satresnarkoba Polres Malang.

Sehari Raup Rp 100 Ribu, Juru Parkir di Gondanglegi Malang Ketagihan Sabu Senilai Rp 300 Ribu
SURYA/ERWIN WICAKSONO
Kaur Bina Operasi (KBO) Satresnarkoba Polres Malang, Iptu Suryadi saat menunjukkan barang bukti poket sabu seberat 0,3 gram, Jumat (11/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KEPANJEN - DA (22) warga Dusun Kendayan, Desa Gondanglegi Wetan Kecamatan Gondanglegi terpaksa diringkus oleh jajaran Satresnarkoba Polres Malang.

Kaur Bina Operasi (KBO) Satresnarkoba Polres Malang, Iptu Suryadi menjelaskan, pelaku berhasil diamankan ketika petugas berpatroli di sebuah toko retail di pasar Gondanglegi pada Sabtu lalu (5/1/2019).

Petugas mendapati DA membawa satu poket plastik berisi sabu-sabu seberat 0,3 gram.

“Patroli tersebut sebagai tindak lanjut informasi masyarakat yang melaporkan adanya transaksi narkotika jenis sabu di wilayah Gondanglegi,” terang Suryadi ketika dikonfirmasi, Jumat (11/1/2019).

(Managemen Persebaya Beri Sinyal Akan Ada Pemain Rekrutan Baru Ikut Latihan)

(SPDP Kasus Prostitusi Artis dan Model Telah Diterima, Kejati Jatim: Kami Menunggu Proses Penyidikan)

Satu poket sabu seberat 0,3 gram, serta satu unit handphone merek Xiaomi warna emas kombinasi putih berhasil diamankan.

"Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 112 UU narkotika nomor 35 tahun 2009,  ancamannya kurungan penjara selama 4 tahun maksimal 12 tahun," tandas Suryadi.

DA mengaku sudah kecanduan mengonsumsi narkotika jenis sabu tersebut.

Ia mengaku membeli sabu tersebut dengan harga Rp 300 ribu.

DA yang bekerja sebagai juru parkir di Gondanglegi itu mengaku berpenghasilan Rp 100 ribu per hari.

"Biar kuat dan gak gampang ngantuk, saya dapat ini (sabu) dari temen saya. Saya konsumsi 3 hari sekali kadang seminggu sekali," ungkap DA sembari meninggalkan ruang Satresnarkoba Polres Malang menuju ruang tahun, sore itu.

Reporter: Surya/Erwin Wicaksono.

(Sosok 2 Finalis Puteri Indonesia yang Sudah Dipecat 2 Tahun Lalu, Apa Penyebabnya?)

(Dinas Pendidikan Jatim di Sampang Sebut Siswa Siap Hadapi USBN Pakai Smartphone)

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved