Anggota DPR RI Bambang Haryo Serap Keluhan Masyarakat Tentang Mahalnya Harga Listrik

Bambang Haryo Soekartono sempatkan diri bersilaturrahmi dengan masyarakat, di sela-sela kunjungannya meninjau Jalan Gubeng Surabaya ambles.

Anggota DPR RI Bambang Haryo Serap Keluhan Masyarakat Tentang Mahalnya Harga Listrik
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIK
Bambang Haryo saat silaturrahmi dengan masyarakat Ngingas Waru Sidoarjo 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Anggota DPR RI Komisi V, Bambang Haryo Soekartono sempatkan diri bersilaturrahmi dengan masyarakat, di sela-sela kunjungannya meninjau Jalan Gubeng Surabaya ambles, Sabtu (12/1/2019) malam.

Ia berkunjung sekaligus bersilaturrahmi dengan masyarakat ke daerah pilihnya (Dapil) di desa Ngingas, Sidoarjo.

Dalam silaturrahmi tersebut, Bambang Haryo menampung banyak keluhan masyarakat sekaligus menyampaikan kondisi negara saat ini.

Anggota DPR RI Bambang Haryo Inspeksi Bandara Juanda Jelang Puncak Mudik Nataru 2018

"Masyarkaat sini memang cukup mengerti mengenai permasalahan tentang politik, disini saya menyampaikan kondisi negara saat ini," ujar Bambang Haryo usai pertemuan yang digelar di rumah warga sekitar.

Selain itu, Bambang Haryo menjawab satu di antara keluhan masyarakat mengenai mahalnya tarif listrik.

"Dari beberapa kali saya berkunjung, menurut masyarakat, listrik dari tahun 2015 menuju 2018 sudah naik lebih dari 100 persen," jelas Bambang.

Ia melihat, di 2015 harga listrik masih 11 Sen Amerika/kWh, tapi dari 11 Sen tersebut mengalami kenaikan 100 persen.

Bambang Haryo Setuju Pembebasan Bea Masuk Tol Suramadu, Namun Dengan Beberapa Catatan

"Pemerintah atau PLN mengatakan bahwa harga tersebut sudah sesuai harga sesungguhnya. Padahal yang dibayarkan masyarakat sudah naik 2 kali lipat, ini perlu kita selidiki apakah PLN mungkin sudah menjual lebih dari 20 Sen Amerika/kWh," imbuhnya.

Untuk tindakan lebih lanjut, Bambang mengatakan akan melakukan penyelidikan serta audit, apakah yang dilakukan pemerintah sudah sesuai atau tidak.

"Kalau menjual lebih dari 20 Sen Amerika/kWh, sedangkan laporannya 11 Sen Amerika/kWh atau lebih mahal sedikit, maka saya minta BPK mengaudit PLN, kita sangat mengharapkan dilakukan audit, jangan sampai rakyat ditipu dan dimanipulasi yang akhirnya masyarakat sangat dirugikan dengan adanya harga ini," katanya.

Sambut Baik Rencana Penggratisan Biaya Tol Suramadu, Bambang Haryo Minta Hal ini Jadi Catatan

Bambang Haryo menambahkan, dirinya juga akan menyuarakan di rapat paripurna tentang harga listrik yang cukup memberatkan rakyat.

"Kami akan menyuarakan di paripurna bahwa ternyata harga listrik itu sudah naik 2 kali lipat dari 2015, yang seharusnya harga sekarang tidak jauh berbeda. Karena, mungkin ada kenaikan sedikit karena ada kenaikan nilai Dolar," katanya. 

Bambang Haryo yang juga selaku Caleg DPR RI Dapil Jatim I, Dari partai Gerindra tersebut menambahkan, kenaikan seharusnya tidak 100 persen atau bahkan 200 persen.

Hal tersebut menurutnya perlu diselidiki dan BPK harus turun untuk mengaudit PLN.

Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved