Pasca Peresmian Science Techno Park, Operasional Fasilitas STP Dikelola Secara Mandiri oleh PT ITS
Pasca Peresmian Science Techno Park, Operasional Fasilitas STP Dikelola Secara Mandiri oleh PT ITS.
Penulis: Samsul Arifin | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Rektor IV ITS bidang Inovasi, Kerjasama, Kealumnian dan Hubungan Internasional, Ketut Buda Artana, menargetkan di tahun 2025 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sudah mantap menjadi Research and inovatif University.
Keyakinan ini disampaikan usai peresmian gedung dan fasilitas Science Techno Park (STP) dan Inkubator ITS, Kamis (17/1/2019).
“Backbound kami adalah research output nya adalah publikasi, artinya perlu enam sampai tujuh tahun mendatang, hasil riset ini bisa kami konversi menjadi produk inovasi dan tempatnya disini STP,” ujarnya.
• Usai Resmikan Science Techno Park di ITS, Kemenristekdikti Berencana Bangun 22 STP di Indonesia
Kemudian setelah menjadi research university di tahun 2035 dia berharap ITS akan menjadi Entrepreneur University.
Dimana pembiayaan di ITS itu sebagian besar akan didukung melalui komersialisasi hasil produk inovasinya.
“Jadi bukan lagi 2025 mudah-mudahan empat tahun ke depan itu its mantap menjadi preventif university karena semuanya sudah sistematis dan jelas. Setelah itu dipercepat lagi,” lanjutnya.
Saat ditanya terkait operasional fasilitas STP bagi mahasiswa Ketut menjelaskan akan dikelola secara mandiri oleh PT ITS.
• Science Techno Park Sudah Diresmikan, Rektor ITS Joni Hermana Harap Bisa Kembangkan Startup
“Bagi mahasiswa fasilitas ini (STP,red), infrastrukturnya direncanakan dan dikelola secara mandiri oleh ITS melalui PT ITS akan tetapi program di dalamnya masih struktural dan akan dibuatkan unit baru namanya Teknologi Transfer Office (TTO)," jelasnya.
Melalui TTO, lanjut Ketut akan melayani research terapan, inkubasi kemudian sertifikasi perlindungan haki lalu bimbingan untuk membuat visibilitas studi.
“Artinya peneliti tinggal datang ke tempat dan tempat ini menyelesaikan semuanya. Dan desainnya sudah jelas TTO yang mengatur programnya dan PT ITS yang mengatur kawasannya. Jadi lebih mudah bekerjasama dengan industri dan sebagainya,” pungkasnya.