Klaim Pembayaran Rp 35 M untuk Dua Rumah Sakit Daerah di Jember Belum Cair dari BPJS Kesehatan

Klaim pembayaran Rp 35 miliar untuk dua rumah sakit daerah di Jember belum cair dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Jember.

Klaim Pembayaran Rp 35 M untuk Dua Rumah Sakit Daerah di Jember Belum Cair dari BPJS Kesehatan
Tribun Pontianak/Galih Nofrio Nanda
Warga menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kantor BPJS Kesehatan yang dulunya Kantor PT Askes, di Jalan St Syarif Abdurahman, Pontianak, Kamis (2/1/2014). Hari pertama berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), warga Pontianak antre mendaftar agar mendapatkan jaminan kesehatan gratis 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Klaim pembayaran Rp 35 miliar untuk dua rumah sakit daerah di Jember belum cair dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Jember.

Klaim sebesar Rp 35 miliar itu untuk RSD dr Soebandi Jember dan RSUD Balung.

Wakil Direktur SDM dan Pendidikan RSD dr Soebandi Jember, dr Arief Setiyoargo mengatakan, klaim dari RSD dr Soebandi yang belum cair sebesar Rp 28 miliar.

Beredar Info Lowongan Kerja di RSD dr Soebandi Jember, Pihak Rumah Sakit Tegaskan itu Hoaks: Bohong

Empat Orang Pendonor Darah di Jember Dapatkan Penghargaan dari Presiden Jokowi

"Itu untuk bulan Oktober-Desember 2018 sekitar Rp 28 miliar. Pasti akan cair karena mekanismenya begitu. Kalau klaim bulan Januari ini belum, karena kan belum selesai," ujar dr Arief Setiyoargo, Sabtu (19/1/2019).

Dr Arief Setiyoargo menambahkan, meskipun ada klaim pengobatan yang belum terbayar, hal itu tidak sampai mengganggu kondisi keuangan RSD dr Soebandi Jember.

Sementara itu, Direktur RSUD Balung Jember, dr Nur Cahyohadi mengatakan, klaim RSUD Balung untuk BPJS Kesehatan sebesar Rp 7 miliar untuk periode Oktober-Desember 2018.

Sempat Terserat hingga 10 Meter, Abdul Rozak dan Legini Selamat dari Terjangan Longsor Mojokerto

Kisah Legini yang Tubuhnya Sempat Terseret dan Terbenam Lumpur Saat Tanah Longsor Terjang Mojokerto

Longsor di Mojokerto, Perum Perhutani KPH Pasuruan akan Lakukan Program Rehabilitasi Hutan Lindung

"Tidak sampai ganggu kondisi keuangan dan operasional rumah sakit lah," kata dr Nur Cahyohadi.

Tagihan untuk BPJS Kesehatan ini meningkat dari sebelumnya.

"Tidak banyak sih. Kalau menghitung dari Bed Occupation Rate naik dari 71,82 persen menjadi 72 persen. Seiring adanya sistem rujukan online. Tidak begitu drastis naiknya, meskipun memang ada kenaikan," lanjut dr Nur Cahyohadi.

Pejabat di dua rumah sakit itu optimistis, klaim akan segera dicairkan oleh BPJS Kesehatan Jember.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved