PT KAI Daop 9 Jember Waspadai 18 Titik Rawan Banjir dan Longsor di Jalur Kereta Api

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasional 9 Jember mewaspadai jalur kereta api yang rawan terkena banjir dan tanah longsor.

PT KAI Daop 9 Jember Waspadai 18 Titik Rawan Banjir dan Longsor di Jalur Kereta Api
SURYA/SRI WAHYUNIK
Stasiun Jember, Selasa (22/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasional 9 Jember mewaspadai jalur kereta api yang rawan terkena banjir dan tanah longsor.

Bahkan secara berkala enam jam sekali, pusat pengendalian operasional kereta api memantau laporan kondisi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut Manajer Humas PT KAI Daops 9 Jember, Luqman Arief, terdapat 18 titik jalur kereta api rawan banjir dan terkena longsor di wilayah kerja Daops 9 Jember, mulai dari Pasuruan hingga Banyuwangi.

Pria Jember Ini Temukan Bayi Terbungkus Kantong Plastik di Kebun Salak, Dirawat di RSD dr Soebandi

Klaim Pembayaran Rp 35 M untuk Dua Rumah Sakit Daerah di Jember Belum Cair dari BPJS Kesehatan

"Ada dua jenis bencana yang kami waspadai di musim penghujan ini, yakni banjir dan tanah longsor. Semuanya ada 18 titik di jalur kereta api yang harus kami pantau karena rawan terkena dua jenis bencana itu. Sedangkan untuk di jalur Jember saja mulai dari Tanggul sampai Gumitir ada 5-6 titik," kata Luqman kepada Surya (TribunJatim.com Network), Rabu (23/1/2019).

Titik yang rawan banjir antara lain berada di Pasuruan dan Kabat, Banyuwangi.

Sedangkan titik yang rawan longsor mulai dari Stasiun Kalisat-Ledokombo sampai Gunung Gumitir di Kabupaten Jember.

Karenanya, PT KAI Daops 9 Jember menyiagakan 94 petugas pemantau rel di 18 titik tersebut.

Bersama PayTren, Banyuwangi Membuat Fintech Milik Daerah Bernama Osing Pay

Insiden Mikrofon saat Pidato di Seoul Music Awards ke-28 Viral, Eunha GFRIEND Ungkap Perasaannya

Mereka bergantian memeriksa dan memantau kondisi rel selama 24 jam.

"Petugas pemantau rel ini memeriksa dan memantau jalur selama 24 jam. Selain itu, kami juga secara berkala setiap enam jam sekali menerima kondisi laporan cuaca dari BMKG. Cuaca terkini untuk wilayah kerja Daops 9 Jember, sehingga kami bisa mengantisipasi dan memantau kondisi jalur secara intensif," imbuh Luqman.

Dia mengatakan, terutama jika curah hujan dalam intensitas deras melanda titik-titik yang rawan tersebut.

Empat Orang Pendonor Darah di Jember Dapatkan Penghargaan dari Presiden Jokowi

PDIP Sebut Ipin Menepi setelah Dapat Tekanan Politik Terkait Wabup Trenggalek Baru

"Seperti contoh jalur antara Stasiun Kalisat-Ledokombo-Gunung Gumitir Kabupaten Jember. Ketika hujan kami harus ekstra mewaspadainya karena jalur berada di antara perbukitan," lanjut Luqman.

Jika petugas pemantau jalur melihat situasi jalur membahayakan perjalanan kereta api, lanjut Luqman, maka petugas bisa memberitahu stasiun terdekat jika jalur tidak bisa dilewati.

"Jika memang jalur membahayakan, mungkin karena terkena bencana alam, maka perjalanan kereta api bisa dihentikan sampai situasi aman," pungkas Luqman. (Surya/Sri Wahyunik)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved