Polres Jember Sita Tujuh Motor Hasil Curian

Polres Jember menyita tujuh unit sepeda motor hasil pencurian kendaraan bermotor, Kamis (24/1/2019).

Polres Jember Sita Tujuh Motor Hasil Curian
sri wahyunik/surya
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat merilis pencurian sepeda motor di Mapolres Jember, Kamis (24/1/2019) 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Polres Jember menyita tujuh unit sepeda motor hasil pencurian kendaraan bermotor, Kamis (24/1/2019).

Ketujuh sepeda motor itu disita dari dua orang penadah, dan satu orang pencuri sepeda motor.

Namun orang yang diduga sebagai pencuri kabur saat polisi menggeledah rumahnya. Polisi menemukan dua sepeda motor di rumah orang yang kini ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) itu.

Sedangkan dua orang penadah adalah Makruf (30) warga Desa Yosorati Kecamatan Sumberbaru, dan Fauzan (41) warga Kecamatan Tanggul.

Ketujuh sepeda motor itu dicuri dari sejumlah rumah.

"Pelaku ini memasuki rumah dengan cara mencongkel pagar, juga pintu dan jendela rumah," kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat konferensi pers di Mapolres Jember, Kamis (24/1/2019).

Ketujuh sepeda motor itu dicuri oleh DPO berinisial H. H kemudian menyerahkan sepeda motor kepada Makruf untuk dijualkan.

Keruk Sungai Cantel Tambak Sawah Sidoarjo, Petugas Keluhkan Jauhnya Lokasi Tempat Pembuangan Akhir

Pernah Bersama di SAD Uruguay, M Syaifudin Akui Adaptasi Dengan Hansamu Tidak Ada Kendala

Raffi Ahmad & Nagita Jenguk Gading Marten Setelah Resmi Diceraikan Gisel: ‘Hidup Terus Berjalan’

H memberikan harga kepada Makruf beragam, mulai dari Rp 4 juta sampai Rp 5 juta. Tentunya sepeda motor itu semuanya tanpa dilengkapi surat kendaraan bermotor.

Beberapa motor yang diterima Makruf dari H lantas dioperkan kepada Fauzan.

"Sama untuk menjualkan. Jadi tersangka M ini juga menjual, tersangka F juga menjual. Harganya murah. Seperti contoh CBR itu dari harga aslinya Rp 36 juta, oleh pelaku dijual hanya Rp 5 juta. Begitu juga dengan motor matic Scoopy yang terlihat masih sangat baru itu juga dijual Rp 5 juta," lanjut AKBP Kusworo Wibowo kepada Tribunjatim.com.

Ketujuh sepeda motor itu disita, masing-masing dari rumah Fauzan sebanyak tiga unit, kemudian dari rumah Makruf sebanyak dua unit, dan dua unit dari rumah pelaku H.

Makruf dan Fauzan dijerat memakai Pasal 480 KUHP karena memiliki atau menyimpan barang hasil kejahatan.
(Sri Wahyunik/TribunJatim.com).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved