Komplotan Pencuri Diesel Penyedot Air di Jombang Digulung, Satu Orang Ditembak Kakinya

Petugas Polres Jombang menggulung komplotan spesialis pompa penyedot air milik petani di Jombang. Lima orang anggota komplotan itu diringkus.

Komplotan Pencuri Diesel Penyedot Air di Jombang Digulung, Satu Orang Ditembak Kakinya
Surya/Sutono
Tiga dari lima pelaku pencurian mesin penyedot air atau awam menyebut mesin diesel saat dipamerkan dalam press release di Polres Jombang 

 TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Petugas Polres Jombang menggulung komplotan spesialis pompa penyedot air milik petani di Jombang. Lima orang anggota komplotan itu diringkus.

Dari lima itu, satu orang ditembak kakinya karena mencoba melawan petugas saat hendak ditangkap. Ironisnya, dua di antaranya masih berusia di bawah umur.

Kelima pelaku itu Budiono (54) warga Dusun Tawangsari Desa Sengon Kecamatan Jombang, Rois (30) warga Desa Segodorejo Kecamatan Sumobito, DS (17) dan RHA (16) keduanya warga Desa Temuwulan Kecamatan Perak dan seorang penadah berinisial RY.

Kepada Polisi, para pelaku ini mengaku sudah sekitar enam bulan mencuri pompa air (diesel) di puluhan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah Kabupaten Jombang.

Hasil curiannya kemudian dijual kepada penadah berinisial RY dengan harga antara Rp 1 juta hingga Rp 4 juta per unit, tergantung kondisi barang.

Tren Sepeda Motor Masyarakat Jatim Cenderung Pilih Matic Besar

Sebulan Polisi Tangkap 13 Pengedar Narkoba di Wilayah Jember

Vanessa Angel Batal Diperiksa di Polda, Sakit Usai Ditetapkan Tersangka Prostitusi Online

Chat Mesranya Diketahui Suami, SPG Ponsel Dibunuh Selingkuhan di Hotel, Bermula dari Pasar Malam


Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu, mengatakan, para pelaku ini ditangkap di rumahnya masing-masing setelah Polisi mendapat laporan dari para korban.

“Mereka mengaku mencuri diesel sejak Agustus 2018 lalu. Ada sekitar sembilan laporan yang masuk ke Polres Jombang,” ujar Azi Pratas, saat rilis kasus tersebut, Jumat (25/1/2019).

Dalam melancarkan aksinya, para pelaku membagi tugas dan memiliki peran masing-masing. Modusnya, para pelaku mencari sasaran diesel persawahan atau pelataran rumah yang tidak diawasi pemiliknya.

Kata Azi Pratas, ini dilakukan pada malam hingga waktu subuh. Dijelaskan Azi, para pelaku ini kemudian berkeliling sawah mencari sasaran. Setelah mendapatkan target yang sesuai, Rois turun dari kendaraan untuk memastikan situasi.

Setelah dipastikan aman, Budiono dan DS serta RHA langsung mengambil mesin penyedot air alias diesel yang telah mereka incar dengan cara melepas bautnya terlebih dahulu.

“Setelah berhasil, hasil curian itu langsung mereka angkat dan masukkan ke dalam mobil yang mesinnya masih dinyalakan dan Rois sudah siap di belakang kemudi,” ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

Dari hasil ungkap ini, polisi menyita sebanyak 35 unit mesin penyedot air yang sudah dipreteli oleh para pelaku dan tiga buah kompresor.

Selain itu, petugas juga mendapatkan sejumlah alat berupa kunci pas dan kunci kurung berbagai ukuran yang digunakan sebagai sarana untuk melancarkan aksi jahat ini.

Selain itu, juga diamankan sebuah mobil minibus bernomor Polisi S 1925 ZN dan dua buah sepeda motor yang dipakai untuk mengangkut hasil curian tersebut.

“Pengakuan pelaku diesel yang sudah dijual ke penadah sekitar 38 unit,” terangnya. Azi menambahkan, para pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 ke 4e dan 5e KUHP jo pasal 65 KUHP, dengan ancaman hukuman 9 tahun,” pungkasnya.(Sutono/TribunJatim.com).

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved