Maraknya Wabah Demam Berdarah, Pemprov Jatim Perlakukan DBD Layaknya Kasus Luar Biasa

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan Pemprov Jatim belum menyatakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jatim sebagai Kasus Luar Biasa.

Maraknya Wabah Demam Berdarah, Pemprov Jatim Perlakukan DBD Layaknya Kasus Luar Biasa
Istimewa
Ilustrasi nyamuk demam berdarah 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan Pemprov Jatim belum menyatakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jatim sebagai Kasus Luar Biasa.

Menurut Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo, status Kasus Luar Biasa diterapkan ketika sebagian besar wilayah di Jatim terkena Demam Berdarah.

"Mungkin jumlah pasiennya sudah, tapi wilayahnya kalau Kasus Luar Biasa itu kan harus meluas, epidemik," kata Pakde Karwo.

INFO SEHAT - Tips Mencegah Demam Berdarah, Penyakit yang Patut Diwaspadai saat Musim Hujan

Sedangkan saat ini menurut Pakde Karwo daerah yang terdampak Demam Berdarah belum banyak, hanya Jombang, Ponorogo, Bojonegoro, Kediri, dan sekitarnya.

"Walaupun non Kasus Luar Biasa tapi belanja kita besar untuk penanganan ini, sudah seperti Kasus Luar Biasa," lanjut orang nomor satu di Jatim ini.

Seperti diketahui, jumlah kasus demam berdarah di Jawa Timur pada awal tahun 2019 terus meningkat.

Waspada Demam Berdarah, Ada Gebyar PSN di Kecamatan Sawahan Surabaya

Saat ini penderita Demam Berdarah sudah mencapai 2.660 orang dan 46 orang dinyatakan meninggal dunia mulai awal tahun 2019.

"Tugas kita memberikan promotif preventif agar sanitasi ini selalu bersih, seperti Kota Mojokerto sudah hampir 20 tahun tidak ada Demam Berdarah karena masyarakatnya peduli saluran air," pungkas Pakde Karwo.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved