Kasus Siswa Aniaya Guru di Gresik, Psikolog: Bila Menemui Siswa Agresif, Guru Diimbau Jangan Diam

Dibutuhkan sikap tegas menghadapi perilaku agresif siswa yang sampai menimbulkan perbuatan tidak terpuji di lingkungan sekolah.

Kasus Siswa Aniaya Guru di Gresik, Psikolog: Bila Menemui Siswa Agresif, Guru Diimbau Jangan Diam
SURYA/WILLY ABRAHAM - instagram.com/@makassar.info
Nur Khalim (30), guru honorer di SMP PGRI Wringinanom Gresik yang ada dalam video viral. 

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dibutuhkan sikap tegas menghadapi perilaku agresif siswa yang sampai menimbulkan perbuatan tidak terpuji di lingkungan sekolah.

Ketegasan tersebut juga harus diselingi dengan pendekatan kepada siswa, terutama pada anak-anak remaja yang memiliki emosi naik turun.

"Guru itu tidak hanya bertugas menyampaikan materi belajar tapi mendidik juga bertanggung jawab terhadap pertimbangan sikap dan perilaku siswa. Dekat tapi tegas," kata Psikolog, Dewi Mustami'ah di Ruang Dekanat Fakultas Psikolog Universitas Hang Tuah, Senin (11/2/2019).

"Kalau kami (pendidik) mengambil batas, mereka tertutup. Tapi kalau terlalu dekat mereka tidak bisa hormat. Justru kalau kita tegas, konsisten malah anak-anak hormat dan kita bisa dijadikan teman," tambahnya.

(Timnas U-22 Vs Madura United, Indra Sjafri Ingin Skuatnya Main Lebih Baik dari Uji Coba Sebelumnya)

(Fakta Guru Olahraga SD Cabuli Muridnya, Korban Diduga Ada 20 Orang hingga Adegan Terekam di Video)

Sikap diam yang ditunjukan guru Nur Khalim - dalam kasus penganiayaan guru di Wringinanom, Gresik - dinilai Dewi sebagai tindakan untuk menahan diri agar tidak terbawa emosi siswa.

Namun, bila guru mendapati siswa dalam kondisi semacam itu, Dewi menyarankan sang guru mengajak si siswa keluar ruangan maupun bertemu guru Bimbingan Konseling.

"Mungkin maksudnya dengan diam maunya meredakan tetapi tidak yang terjadi. Lebih baik segera menghindar dan mengajak keluar ruangan. Mungkin saat marah dan ditegur dia melawan apalagi teman-teman ramai, sorak-sorak dan jalan-jalan, itu tadi membuat dia (AA) kehilangan dirinya, Deindividuasi," jelas Dewi.

Paska kejadian tersebut, diharapkan dalam penanganan masalah yang tepat dengan mengajak siswa AA (15) maupun rekan-rekan di lingkungan kelas tersebut untuk perbaikan perilaku.

(Sosok Guru Viral di Gresik Menginspirasi Hotman Paris, 3 Anaknya Diperintah Patungan Belikan Hadiah)

(Guru Jemput AA di Rumahnya, Ortu AA Tidak Izinkan Berangkat ke Sekolah, Ini Alasannya)

Sebab, dalam video viral itu, tampak perilaku AA tidak terlepas dari lingkungan kelasnya yang dinilai turut senang atas perilaku buruk rekannya.

"Terpenting bagaimana mengajarkan anak-anak menyelesaikan dan mengatasi masalah dengan baik, komunikasi yang baik. Pendekatan, pendampingan dengan BK juga harus ada tindak lanjut dan pemantauan, pengawasan dari orang tua tentang lingkungan teman-teman anak," pungkasnya.

(Dinas Pendidikan Kota Malang Sudah Nonaktifkan Guru SDN Kauman 3 yang Diduga Lecehkan Muridnya)

(Fakta Baru Murid Aniaya Guru, Ucapan Nur Khalim Saat Dianiaya hingga AA yang Tak Masuk Sekolah)

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved