Kuasa Hukum Ahmada Dhani Sebut Kejati Jatim Tidak Boleh Arogan, Wajibkan ADP Pakai Seragam Tahanan

Kuasa hukum Ahmad Dhani Prasetyo, Aldwin Rahadian memprotes keras pernyataan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim yang mewajibkan kliennya tersebut

Kuasa Hukum Ahmada Dhani Sebut Kejati Jatim Tidak Boleh Arogan, Wajibkan ADP Pakai Seragam Tahanan
Surya/samsul Arifin
Ahmad Dhani Saat jalani sidang di Ruang Cakra, PN Surabaya, Selasa, (12/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kuasa hukum Ahmad Dhani Prasetyo, Aldwin Rahadian memprotes keras pernyataan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim yang mewajibkan kliennya tersebut mengenakan rompi tahanan saat sidang Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Sebelum menjalani sidang, Aldwin mengaku jaksa sempat meminta Ahmad Dhani mengenakan rompi tahanan. Namun, permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh kuasa hukum.

Pasalnya, Ahmad Dhani dalam perkara ujaran kebencian di Surabaya, tidak berstatus tahanan. Dalam pelimpahanan tahap dua beberapa waktu lalu di Kejari Surabaya, jaksa tidak melakukan penahanan.

“Kejati (Jatim) tidak boleh arogan, ngawur itu (meminta mengenakan rompi tahanan),” katanya.

Di Surabaya, lanjut dia, Ahmad Dhani berstatus tahanan titipan dari Lapas Cipinang. Penahanan yang dijalani suami Mulan Jameela itu di Rumah Tahanan (Rutan) Medaeng Kelas 1 Surabaya di Medaeng itu berlangsung hingga perkara di Surabaya selesai.

Ahmad Dhani : Saya Bukan Tahanan, Saya Ditahan Tanpa Tahu Sebabnya

UPDATE Kasus Ahmad Dhani, Isi Lengkap 5 Poin Keberatan, hingga Detik-detik Kericuhan Seusai Sidang

Tubuh Gemuk Jennifer Dunn Saat Temani Faisal Harris Diisukan Hamil, Teman Satu Sel Beri Bantahan

“Perkara di Jakarta kita ajukan penangguhan penahanan. Jika nanti penangguhan diterima, maka Ahmad Dhani tidak harus berada di Rutan Medaeng,” tandas Aldwin.

Seperti diketahui sebelumnya, Kepala Kejati Jatim Sunarta mengatakan, pada persidangan lanjutan Selasa (12/2/2019), Ahmad Dhani wajib mengenakan baju tahanan ketika menghadapi persidangan.

Mengenakan baju tahanan, kata dia, merupakan aturan yang harus ditaati para terdakwa ketika menjalani sidang.

“Dia (Dhani) akan pakai baju tahanan. Kenapa kemarin tidak pakai baju tahanan karena dari bandara (Juanda) dia langsung ke PN Surabaya untuk sidang. Jaksa sendiri belum sempat menyiapkan rompi tahanan,” katanya, Jum'at (8/2/2019).

Menurutnya, dalam persidangan, berpakaian sopan itu menjadi salah satu pertimbangan hakim dalam memutus perkara.

Disisi lain, dengan mengenakan rompi tahanan, itu menjadi bagian dari pengamanan. Pasalnya, pernah ada seorang terdakwa yang tidak mengenakan rompi tahanan. Kemudian dia melarikan diri. Jaksa akhirnya kesulitan mengidentifikasi terdakwa tersebut.

“Kalau dia (Dhani) pakai kaos tulisan ‘Tahanan Politik’ mungkin dia cari perhatian. Yang pasti dia tahanan kasus IT bidang pidana umum,” terang Kepala Kejati Jatim Sunarta.

Dalam perkara ini, Dhani yang menjadi terpidana kasus ujaran itu didakwa melanggar pasal 45 ayat 2 jo Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terdakwa dianggap dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik. Saat ini, Ahmad Dhanu mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved