Sekolah di Sidoarjo Kini Tak Bisa Lagi Tarik Iuran Bimbel dan LKS

Sekolah di Kabupaten Sidoarjo tidak bisa lagi menarik uang LKS (lembar kerja siswa) dan bimbingan belajar (Bimbel) kepada siswa atau wali murid.

Sekolah di Sidoarjo Kini Tak Bisa Lagi Tarik Iuran Bimbel dan LKS
Istimewa
ilustrasi sekolah 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Sekolah di Kabupaten Sidoarjo tidak bisa lagi menarik uang LKS (lembar kerja siswa) dan bimbingan belajar (Bimbel) kepada siswa atau wali murid.

Pemkab dan DPRD Sidoarjo sepakat merevisi Perda nomor 7 tahun 2017 tentang penyelenggaraan pendidikan. Kesepakatan itu tertuang dalam Paripurna, Senin (11/2/2019).

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah yang hadir dalam rapat ini menyatakan dukungannya terhadap perubahan perda tersebut.

"Pemerintah wajib menyediakan pendidikan gratis," kata Bupati.

(Mengintip Siswa MTs Fathur Rahman Jember Belajar di Tenda BNPB Akibat 3 Ruang Kelasnya Ambruk)

(Sekolah di Sukorambi Jember Ambruk, Siswa Belajar di Tenda Darurat)

Demikian halnya Ketua DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan, juga menyatakan dukungannya atas perubahan perda ini.

Menurut dia, celah atau hal yang membuat sekolah bisa menarik uang ke siswa harus dicegah.

"Nah, di Perda itu masih ada celah untuk melakukan penarikan. Sehingga direvisi," ungkap politisi PKB tersebut usai rapat paripurna di gedung dewan.

Ya, perda no 7 / 2017 memang selama ini dianggap masih ada celah pungutan.  Sekolah masih menghimpun uang dari penjualan LKS dan bimbel. Kondisi itu jelas bertentangan dengan misi pendidikan gratis yang dirancang pemkab.

Dari sana kemudian ada inisiatif mengubah perda. Menurut Usman, anggota Pansus dalam perubahan perda ini, ada sejumlah kekurangan yang ada dalam perda tersebut.

Ada dua poin menjadi sorotan pansus.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved