Kuasa Hukum Hilmi Hadirkan Saksi Untuk Perkuat Keterangan Saksi Sebelumnya

Ahmad Hilmi Hamdani driver Ojek online yang tersandung kasus kecelakaan mengatakan saksi yang didatangkan yakni Fajar adik Hilmi dan Selly menantu

Kuasa Hukum Hilmi Hadirkan Saksi Untuk Perkuat Keterangan Saksi Sebelumnya
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Hilmi si driver ojek online saat jalani sidang di Ruang Cakra PN Surabaya Jalan Arjuno. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hans Erdwad Kuasa hukum terdakwa Ahmad Hilmi Hamdani driver Ojek online yang tersandung kasus kecelakaan mengatakan saksi yang didatangkan yakni Fajar adik Hilmi  dan Selly menantu korban Umi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, selain untuk meringankan terdakwa juga menguatkan saksi sebelumnya.

Dimana dalam keterangan saksi yang didatangkan sebelumnya yaitu M Taufik (42) warga Kalianak timur dan Miftakhul Effendi anggota TNI AL yang diketahui sebagai pengendara motor yang terlibat dalam insiden kecelakaan.

“Saksi yang meringankan keterangannya menguatkan saksi dari jaksa sebelumnya, korban meninggal karena sakit dan sudah ada perdamaian dengan pihak yang menabrak,” ujarnya saat dikonfirmasi usai sidang, Rabu, (13/2/2019).

Masih kata Edward, tiga bulan pasca kecelakaan, korban Umi meninggal karena sakit, dan dari pihak terdakwa sudah ada santunan.

“Dia (Hilmi) juga ditabrak mau nyebrang dia juga menderita patah tulang,” sambungnya.

JPU Belum Bisa Datangkan 2 Saksi di PN Surabaya, Sidang Driver Ojek Online Hilmi Ditunda Pekan Depan

Dua Saksi Meringankan Kasus Hilmi Driver Ojek Online, Beberkan Ada Langkah Damai Sebelumnya

Viral Video Driver Ojol Teriak Baca Selembar Surat dari Grab, Dikira Diberhentikan, Ini Faktanya

Video Viral Hebohkan Sedati, Perlihatkan Penganiayaan Terhadap Seorang Perempuan

“Korban meninggal tidak dikarenakan kecelakaan,” tambahnya.

Saat sidang beragendakan keterangan dari saksi yang meringankan juga dilanjutkan dengan keterangan terdakwa. Dalam keterangannya, Hilmi, menjelaskan kronologi dari hulu ke hilir kejadian naas itu.

Dia mengaku saat akan menyebrang diduga ada dua motor dari arah berlawanan yang ‘kejar-kejaran’.

“Ada dua motor hitam sama merah ninja semua kalau gak salah. Tiba-tiba salah satunya bergeser masuk ke jalur saya yang warna merah, lalu menabrak saya dari postep saya sebelah kiri. Jadi kaya adu banteng depan dengan depan,tapi agak nyerong kena postep saya,” jelasnya.

Setelah mendengar keterangan tersebut, majelis hakim yang diketuai oleh Maxi Sigarlaki menunda sampai Rabu pekan depan dengan agenda tuntutan dari JPU.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved