Perayaan Cap Go Meh 2019 di Singkawang Bakal Jadi Simbol Toleransi dan Libatkan Multietnis
Perayaan Cap Go Meh 2019 di Singkawang bakal jadi simbol toleransi dan libatkan multietnis.
Perayaan Cap Go Meh 2019 di Singkawang bakal jadi simbol toleransi dan libatkan multietnis.
TRIBUNJATIM.COM - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menuturkan, perayaan Cap Go Meh (CGM) di Kota Singkawang, setiap tahun selalu dimeriahkan dengan pawai karnaval tatung, replika naga, dan barongsai, serta pagelaran multietnis yang diikuti oleh seluruh paguyuban yang ada di Kota Singkawang.
Perayaan Cap Go Meh menunjukkan bukan saja pelestarian budaya di Kota Singkawang, tetapi juga sebagai simbol toleransi dan pembauran antar etnis yang harmonis.
"Dengan multietnis tersebut, membawa dampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat setempat. Terutama pelaku usaha perhotelan, restoran, pengelola rumah makan dan pengelola objek wisata," katanya, Senin (21/1/2019).
• Lontong Cap Go Meh, Sajian Lambang Keberuntungan Adaptasi Kuliner Peranakan yang Penuh Makna
Setiap tahun menjelang Festival Imlek dan Cap Go Meh, Singkawang akan dikunjungi banyak wisatawan.
Baik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menyaksikan event tahunan ini.
"Terlebih Festival Imlek dan Cap Go Meh sudah mendunia serta mendapatkan pengakuan dari UNESCO," tuturnya.
• Festival Cap Go Meh 2017 di Kenjeran Park Surabaya, Ajak Indonesia Damai dari Isu SARA
Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Jadi Simbol Toleransi, Cap Go Meh Singkawang 2019 Libatkan Multi Etnis.