Polres Pasuruan Akan Mulai Selidiki Kasus Dugaan Pelecehan Profesi Jurnalis

Satreskrim Polres Pasuruan akan segera melakukan penyelidikan terkait laporan dugaan pelecehan jurnalis di Pasuruan oleh Calon legislatif (caleg) DPR

Polres Pasuruan Akan Mulai Selidiki Kasus Dugaan Pelecehan Profesi Jurnalis
(Surya/Galih Lintartika)
KOMPAK : Sejumlah jurnalis saat melaporkan Caleg DPR RI Dapil Jatim II, Misbakhun ke Polres Pasuruan terkait dugaan pelecehan profesi jurnalis. 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Satreskrim Polres Pasuruan akan segera melakukan penyelidikan terkait laporan dugaan pelecehan jurnalis di Pasuruan oleh Calon legislatif (caleg) DPR RI Partai Golkar, daerah pemilihan (dapil) Jatim II, Misbakhun.

Beberapa waktu lalu, puluhan jurnalis mendatangi Polres Pasuruan untuk mengadukan Misbakhun tersebut. Yang bersangkutan dilaporkan berdasarkan unggahan di media sosial yang dituding melecehkan profesi jurnalis.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima YP menjelaskan, saat ini dirinya sedang ada di Surabaya. Ia memang sudah mendapatkan kabar adanya laporan kasus itu.

Nah, ia pun menyampaikan jika saat ini aduan itu masih belum bisa diproses karena masih dalam tahap melengkapi administrasi penyelidikan. Masih kurang tanda tangannya untuk selanjutnya surat perintah penyelidikan diserahkan ke unit reskrim.

"Tetap diproses. Nanti kami akan pelajari kasus ini. Ya kemungkinan minggu depan, kami akan mulai panggil beberapa saksi - saksi dalam kasus ini," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (20/2/2019).

Sekadar informasi, persoalan ini mencuat ketika Misbakhun yang saat ini anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar mengomentari di grup whatsapp Mitra Karib, tentang pemberitaan tentang polemik dana hibah Rp 80 miliar yang gagal terealisasi karena salah penganggaran.

Sopir Jual Pil Koplo, Jika Pembelinya Wanita Bayarnya Tak Pakai Uang, Tisu Ajaib Jadi Barang Bukti

Dua WNA Asal Malaysia Terancam Hukuman Mati Karena Terbukti Selundupkan Sabu-Sbu Seberat 1.055 Gram

Jika Pemesannya Perempuan, Sopir Angkot dari Jombang Ini Bisa Jual Pil Koplo Dibarter Layanan Seks

Dalam komentarnya ia menuding media yang gencar memberitakan soal dana hibah tersebut memiliki tujuan tertentu.

“Urusan bantuan, hibah atau sejenisnya silahkan yang punya media berlomba-lomba memberitakan dengan masive supaya punya posisi tawar untuk didekati oleh yang diberitakan. Lumayan buat nutupi biaya operasional. #waduuuh nulis opo sih aku,” demikian tulis Misbakhun di whatsapp grup Mitra Karib, Kamis, 14 Februari lalu.

Komentar Misbakhun ini spontan membuat para jurnalis yang juga menjadi anggota grup medsos tersebut meminta klarifikasi atas pelecehan profesi tersebut. Namun ia tak menghiraukan dan menyatakan jika dirinya tidak melecehkan profesi apapun.

Tidak adanya itikat baik untuk mengklarifikasi tersebut, membuat para jurnalis pun geram dan memiliki langkah untuk mengambil sikap tegas. Para jurnalis yang merasa dilecehkan profesinya ini mengadukan Misbakhun ke Polres Pasuruan.

“Kami keberatan karena Misbakhun sudah melecehkan profesi jurnalis. Tulisan Misbakhun di grup yang diikuti ratusan anggota sudah menjatuhkan harga diri dan profesi jurnalis,” kata Henry Sulfianto, koordinator jurnalis yang melapor ke Polres kepada Tribunjatim.com.

Menurutnya, tidak sepantasnya anggota DPR RI tersebut berkomentar yang menyudutkan profesi jurnalis. Ia menyebut, pemberitaan gagalnya realisasi dana hibah Rp 80 miliar tersebut merupakan bagian dari kontrol sosial carut marutnya kinerja Banggar dan Timgar Kabupaten Pasuruan.

Karena itu, pihaknya meminta agar Kapolres Pasuruan segera menindaklanjuti pengaduan tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (lih/TribunJatim.com).

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved