Pabrik Kereta Api Terbesar di Indonesia akan Adopsi Arsitektur Suku Osing Banyuwangi

Pembangunan pabrik PT Industri Kereta Api (INKA) yang akan menjadi pabrik terbesar di Indonesia akan dibangun di Banyuwangi.

Pabrik Kereta Api Terbesar di Indonesia akan Adopsi Arsitektur Suku Osing Banyuwangi
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Salah satu desain bangunan pabrik kereta api di Banyuwangi. 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pembangunan pabrik PT Industri Kereta Api (INKA) yang akan menjadi pabrik terbesar di Indonesia akan dibangun di Banyuwangi.

Pabrik kereta api nasional ini akan dibangun dengan desain yang mengadopsi kearifan lokal, menggunakan arsitektur Suku Osing Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan direksi INKA dan arsitek Denny Gondo yang mendesain pabrik tersebut.

826 Orang Ikuti Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja di Banyuwangi, Paling Banyak Guru

Timnas U-22 Indonesia Vs Vietnam, Pelatih Vietnam Akui Mewaspadai Ketajaman Marinus Wanewar

Dalam pertemuan tersebut, tim arsitek memaparkan desain bangunan yang ada dalam pabrik.

"Kami sepakat dengan desain yang diajukan arsitek, Denny Gondo. Tetap dengan konsep arsitektur hijau yang ramah lingkungan dan hemat energi, seperti ruang publik lain yang ada di Banyuwangi seperti terminal, bandara dan pendopo kabupaten. Dan yang pasti, bangunannya akan mencerminkan kekhasan arsitektur Suku Osing," kata Abdullah Azwar Anas, Minggu (24/2/2019).

Suku Osing sendiri adalah masyarakat asli Banyuwangi.

Abdullah Azwar Anas mengakui, pembahasan desain bangunan pabrik PT INKA tersebut sempat molor sehingga rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik kereta itu pada Januari 2019 lalu tertunda.

Menteri Ignasius Jonan Resmikan Pos Pengamatan Gunung Ijen di Banyuwangi

Desain bangunan yang diajukan belum mendapat persetujuan Pemkab Banyuwangi karena kurang kental nuansa kearifan lokalnya.

Sehingga, Pemkab Banyuwangi mengajukan beberapa revisi dan penambahan pada desain awal tersebut.

“Ini adalah cara untuk menitipkan peradaban dan kebudayaan Banyuwangi di tengah kemajuan ekonomi. Bagi kami, bangunan yang memperhatikan nilai sejarah dan budaya akan bernilai estetika dan arsitektur tinggi. Sehingga dapat mendukung pariwisata daerah karena bisa dijadikan alternatif destinasi wisata maupun edukasi bagi masyarakat. Termasuk bangunan pabrik ini,” terang Abdullah Azwar Anas.

Pengembangan Kawasan Pantai Pulau Merah Banyuwangi Dikebut, Maret Akan Dilakukan Groundbreaking

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved