Janda dari Tulungagung Ini Mau Transaksi Sabu di Dekat Pos Polisi, Diciduk Polres Trenggalek

Janda dari Tulungagung Ini Mau Transaksi Sabu di Dekat Pos Polisi, Diciduk Polres Trenggalek.

Janda dari Tulungagung Ini Mau Transaksi Sabu di Dekat Pos Polisi, Diciduk Polres Trenggalek
SURYA/DAVID YOHANES
Lindawati (46) saat ditunjukkan dalam konferensi pers di Polres Trenggalek. 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Personel Satreskoba Polres Trenggalek menangkap Lindawati (46), seorang perempuan warga Desa Sumberingin Kidul, Kecamtan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Perempuan berstatus janda ini kedapatan mengedarkan sabu-sabu di wilayah Kabupaten Trenggalek.

Menurut Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S, Lindawati ditangkap pada Sabtu (23/2/2019) pukul 14.30 WIB di dekat Pos Polisi Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.

Tak Kuat Tahan Arus Air Sungai, Jembatan Penghubung Trenggalek-Ponorogo Putus,Warga Buat Jalan Kecil

Anak Kyai Maruf Datang ke Trenggalek, Deklarasikan NKRI Anti Intoleransi

"Saat itu tersangka saat akan melakukan transaksi penjualan sabu-sabu," terang Didit, Rabu (27/2/2019).

Saat itu polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu poket sabu-sabu sebesat 2,33 gram, satu poket sabu-sabu seberat 0,51 gram, uang tunai Rp 247.000, telepon genggam, 3 buku tabungan atas nama Lindawati, dan 4 buat kartu ATM dari berbagai Bank.

Lindawati dibawa ke Mapolres Trenggalek bersama barang bukti untuk menjalani proses hukum.

Janji Buat Trenggalek Terdepan, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak: Saya Sudah Jadi Wong Nggalek

Penyidik menetapkannya sebagai tersangka dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan IIB Trenggalek.

"Sebelum menangkap tersangka, kami menerima aduan dari masyarakat. Lewat penyelidikan panjang, kami berhasil melacak tersangka," sambung Didit.

Dari pengakuannya, Lindawati berjualan sabu-sabu karena desakan faktor ekonomi.

Ia juga mengaku baru satu kali berjualan sabu-sabu.

“Tersangka akan dijerat pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp 10 milyar,’’ pungkas AKBP Didit.

Penulis: David Yohanes
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved