Sengketa Lahan Tak Kunjung Selesai, SDN Banbaru 1 di Sumenep Kembali Disegel Warga

Sengketa lahan SDN Banbaru 1, Desa Banbaru, Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Sumenep, Madura hingga kini belum selesai.

Sengketa Lahan Tak Kunjung Selesai, SDN Banbaru 1 di Sumenep Kembali Disegel Warga
SURYA/MOHAMMAD RIVAI
Kondisi Selolah Dasar Negeri (SDN) Banbaru 1, Desa Banbaru, Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Sumenep, Madura. 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Sengketa lahan Selolah Dasar Negeri (SDN) Banbaru 1, Desa Banbaru, Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Sumenep, Madura, yang hingga kini belum selesai, mengakibatkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut kerapkali terganggu.

Tiga kali disegel, tiga kali dibuka, tapi kali ini disegel lagi, sehingga KBM kembali ditempatkan di rumah milik warga.

“Sekolah ini sudah ke empat kalinya ditutup oleh warga yang mengaku sebagai pemilik tanah dan yang mengsengketakan ke Pemkab Sumenep,” kata Nurul Qomariyah, Kepala Sekolah SDN Banbaru 1, Kamis (28/2/2019).

Terhadap seringkalinya sekolahnya disegel warga, pihaknya juga sudah menyampaikan ke Pemkab Sumenep melalui Dinas Pendidikan, agar ada penyelesaian.

Kunjungi Sumenep, Prabowo Subianto: Harus Antum Ingat, Kekayaan Kita Mengalir ke Luar Indonesia

Datangkan 5 Sepeda Motor Tanpa Dokumen Jelas dari Situbondo, Petani di Sumenep Diringkus Polisi

Mengingat dalam kegiatan belajar siswa agak sedikit terganggu, kendatipun proses belajar mengajar tetap berlanjut dengan meminjam rumah warga sebagai ganti proses belajar siswa.

“Kebetulan ketua Komite Sekolah SDN Banbaru 1 ini bersedia rumah tempat tinggalnya dijadikan sebagai tempat belajar sementara,” lanjut Nurul panggilan akrabnya.

Kendatipun ada tempat alternatif untuk kegiatan belajar mengajar, Kepala Sekolah berharap sengketa ini ada ujung pangkalnya.

Sehingga tidak lagi ada penutupan atau penyegelan yang tentu akan berpengaruh pada jalannya pendidikan di sekolah tersebut.

Edi Junaidi, pemilik tanah seluas 1,5 hektar yang diatasnya berdiri dua lokasi bangunan gedung sekolah tersebut mengaku sangat terpaksa menutup atau menyegel lagi bangunan sekolah SDN Banbaru 1, karena hingga saat ini belum ada penyelesaian ganti ruginya.

Nelayan Tradisional Sumenep Kembali Laporkan Nelayan Pengguna Jaring Sarkak ke Polisi

Pembuatannya Sempat Molor, 890 Ribu e-KTP di Sumenep Dituntaskan Dipendukcapil

Padahal pihaknya sudah mewarning pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Diknas agar persoalan ganti rugi kepada pemilik tanah segera diselesaikan.

“Bukan kami tidak peduli dengan pendidikan anak. Tetapi bilamana tawaran kami untuk segera menyelesaikan ganti terhadap lahan yang ditempati bangunan sekolah ini, tentu kami harus bertindak juga,” kata Edi Junaidi.

Dalam penyegelan kali ini, selain pintu gerbang sekolah digembok dan dipasang bener dengan tulisan, “Sekolah ini ditutup sampai ada penyelesaian”.

Juga pintu masuk ruang kelas digembok, sehingga praktis tak ada lalu lalang apapun di lokasi sekolah tersebut. (Surya/Mohammad Rivai)

Penulis: Moh Rivai
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved