Tenda Jemaah Haji Indonesia di Arafah Bakal Dipasang AC, Menteri Agama: Tak Ada Kenaikan Biaya Haji

Tenda Jemaah Haji Indonesia di Arafah Bakal Dipasang AC, Menteri Agama Juga Pastikan Tak Ada Kenaikan Biaya Haji.

Tenda Jemaah Haji Indonesia di Arafah Bakal Dipasang AC, Menteri Agama: Tak Ada Kenaikan Biaya Haji
SURYA/SUTONO
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin disambut para santri saat tiba di Ponpes Tebuireng Jombang, Sabtu (9/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Perbaikan fasilitas terus dilakukan Kementerian Agama demi kenyamanan jemaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci.

Salah satunya, mulai tahun 2019 ini, seluruh tenda jemaah haji asal Indonesia pada saat di Arafah akan dipasang pendingin udara (air conditioner/AC).

Sebelumnya, untuk haji reguler digunakan blower.

Pemkab Jember Bangun Asrama Haji, Anggaran Dananya Luar Biasa

Ikuti Acara Manasik Haji, Warga Denmark Pinjam Baju Orang Tua Angkatnya di Surabaya

Hal itu diungkapkan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, menjawab wartawan usai menghadiri Seminar Nasional bertajuk Peran Pesantren dalam Pembangunan Kesehatan di Ponpes Tebuireng Jombang, Sabtu (9/3/2019).

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Ketika berada di di Arafah, seluruh jemaah akan berada di tenda-tenda yang sudah dilengkapi AC. Mudah-mudahan ini meningkatkan kenyamanan dan kekhusyukan dalam beribadah," kata Menag Lukman Hakin Saifuddin.

Kantor Imigrasi Blitar Jemput Bola Pembuatan Paspor untuk Calon Jamaah Haji Lansia

Ditinggal Takziah, Rumah Pak Haji di Griya Kebraon Karangpilang Surabaya Ludes Terbakar

Dikatakan Menag Lukman Hakim Saifuddin, untuk persiapan penyelenggaraan haji tahun ini, sejauh ini semakin ditingkatkan dan lancar.

"Tim dari kemenag sudah ke tanah suci untuk mengurus penyiapan hotel-hotel yang akan ditempati jemaah, catering yang melayani, dan bus-bus yang akan digunakan jemaah," kata Lukman Hakin.

Sedangkan soal biaya haji, menurut Lukman Hakim Saifuddin, diperkirakan minggu depan soal keluar keputusan presiden mengenai besarannya.

"Insha allah minggu depan akan keluar kepres tentang biaya haji. Setelah itu jemaah calon haji mendapat bimbingan manasik haji, mendapat buku manasik, dan seterusnya," imbuh Lukman Hakim Saifuddin.

Sedangkan besaran biayanya, tidak ada kenaikan.

"Hanya masing-masing embarkasi berbeda-beda. Misal embarkasi Surabaya, Medan dan Solo itu berbeda-beda, karena jarak tempuh pesawat berbeda. Tapi perbedaan biaya tidak banyak," kata Lukman Hakim.

Selain soal itu, kata Lukman, Kemenag juga terus mendorong upaya 'fast track' atau percepatan proses imigrasi jemaah, yang dilakukan satu kali saja seperti di Bandara Soekarno-Hatta.

Ia menuturkan, selama ini proses imigrasi yang dilakukan baik di Bandara Jeddah dan Madinah memakan waktu 5-6 jam. Artinya, sangat menguras waktu dan stamina para jemaah haji.

"Tahun kemarin kita uji coba hanya di Bandara Soekarno-Hatta. Kami sedang ikhtiarkan seluruh proses imigrasi tahun ini berlaku seluruh jemaah kita dan prosesnya dilakukan di 13 embarkasi di asrama haji," tutur politisi PPP ini.

Penulis: Sutono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved