Rumah Politik Jatim

Dewan Penasehat TKN Ditangkap KPK, Airlangga Hartarto Sebut Tidak Ada Pengaruh untuk Paslon 01

Seorang Dewan Penasehat Tim Kampanye Nasional (TKN) Indonesia Kerja pasangan Jokowi -Ma'ruf Amin, Romahurmuziy alias Gus Romi ditangkap KPK.

Dewan Penasehat TKN Ditangkap KPK, Airlangga Hartarto Sebut Tidak Ada Pengaruh untuk Paslon 01
SURYA.CO.ID/WILLY ABRAHAM
Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto saat menghadiri acara Silaturrahim di Kabupaten Gresik 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Seorang Dewan Penasehat Tim Kampanye Nasional (TKN) Indonesia Kerja pasangan Jokowi -Ma'ruf Amin, Romahurmuziy alias Gus Romi ditangkap KPK dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ketua umum Partai Golkar yang juga bagian dari Dewan Penasehat TKN, Airlangga Hartarto mengatakan penangkapan Gus Romi tidak memiliki pengaruh.

"Kosong satu (01) tidak ada pengaruh," ujarnya usai menghadiri acara silaturrahim dengan para kader Partai Golkar di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Sabtu (16/3/2019).

Lanjut Airlangga Hartarto, partainya fokus mendulang suara dan optimis memenuhi target yang dicanangkan karena memiliki pasar tersendiri.

Ketua BN Jokma Jatim Tanggapi Penangkapan Gus Romi, Sebut Rezim Jokowi Tak Tebang Pilih dalam Hukum

OTT KPK terhadap Ketum PPP Gus Romi, Irawan Setiabudi: Kenapa Gak Ditangkap Setelah Pemilu 2019 Saja

"Kami punya pasar sendiri, kerja, kerja, kerja untuk partai," terangnya.

Kasus yang menimpa Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy membuatnya ikut prihatin.

"Ya tentu sesama ketua umum partai terutama saudara Romi kami prihatin tapi tentu itu berpulang pada individu masing-masing, Partai Golkar tetap konsisten dan konsentrasi untuk pemenangan pemilu 17 April nanti," jelasnya.

Romi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dua orang lainnya, yakni Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin dan Kepala Kemenag Gresik, Muhammad Muwafaq Wirahadi.

Romy berperan sebagai penerima suap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Surabaya. Dalam OTT tersebut uang sebesar Rp 156.758.000 berhasil diamankan.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved