Gerebek Pabrik Miras, Polres Jombang Tetapkan Seorang Tersangka

Polres Jombang ternyata hanya menetapkan satu orang tersangka dalam kasus 'pabrik' minuman keras (miras) di Dusun Gedangkeret, Desa Banjardowo, Kecam

Gerebek Pabrik Miras, Polres Jombang Tetapkan Seorang Tersangka
Surya/Sutono
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu (tiga dari kanan) saat konferensi pers pengungkapan produksi miras skala 'home industry 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Polres Jombang ternyata hanya menetapkan satu orang tersangka dalam kasus 'pabrik' minuman keras (miras) di Dusun Gedangkeret, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang Kota.

Padahal, saat penggerebekan Senin sore (18/3/2019) oleh polisi, dari lokasi 'home industry' (industri rumahan) pembuat miras, polisi mengamankan dua orang.

Kedua orang itu Lamsiyo (48), warga Dusun Mojokopek, Desa Prunggahan Kulon Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, dan Muliyadi (32), warga Dusun Gedangkeret.

Hal itu terungkap saat Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu, melakukan konferensi pers di polres setempat, Selasa (19/3/2019).

"Tersangkanya adalah L (Lamsiyo). Sedangkan M (Muliyadi) sebagai saksi," kata Kasatreskrim AKP Azi Pratas Guspitu saat rilis media.

Menurut Azi, penetapan status tersangka hanya untuk Lamsiyo setelah penyidikan intensif.

"M tidak memenuhi unsur untuk ditetapkan sebagai tersangka, karena perannya hanya orang yang disuruh angkat-angkat barang," katanya kepada Tribunjatim.com.

Geledah Kemenag Jatim Lima Jam, KPK Bawa Satu Koper dari Ruang Kepala Kanwil di Lantai Dua

Diskusi Batal, Rocky Gerung Sebut Ponpes Jadi Tempat Asah Akal Sehat: Saya Suka Berkunjung ke Sana

BPCB Jatim Sebut Situs Sekaran Adalah Bangunan Suci yang Menghadap ke Gunung Semeru

Polisi Gerebek Home Industry Miras di Jombang, Pelaku Warga Tuban

Dalam rilis tersebut juga terungkap, peredaran mirasa produksi Lamsiyo ini tak sebatas Jombang, melainkan sudah meramban wilayah di luarnya. Harganya setiap kardus isi 12 botol miras ukuran 1,5 liter dibanderol Rp 300.000.

"Padahal pengakuan pelaku, dalam sekali produksi bisa menghasilkan 98 botol miras," ungkap Azi Pratas kepada Tribunjatim.com.

Oleh kedua pelaku, lanjut Azi Pratas, miras dalam botol siap edar dikemas dalam satu kardus.

Diberitakan, petugas Polres Jombang menggerebek home industry (industri rumahan) yang memproduksi miras jenis arak di Dusun Gedangkeret, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Senin sore (18/3/2019).

Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan dua tersangka berikut sejumlah barang bukti. Keduanya masing-masing Lamsiyo (48), dan Muliyadi (32).

Saat digerebek, keduanya sedang memroses gula aren dijadikan arak. Sebagai pemroses atau ahli meracik adalah Lamsiyo. Sedangkan Muliyadi sebagai pembantu.

Polisi yang datang secara tiba-tiba membuat keduanya tak berkutik. Keduanya hanya bisa pasrah ketika digelandang petugas. Dalam penggerebekan itu, petugas juga menyita enam drum berisi gula aren yang sudah dicampur air sumur.

Menurut polisi, cairan itulah yang hendak disuling untuk dijadikan arak. Selain itu, petugas juga menyita peralatan penyulingan miras, tabung elpiji unutuk pembakaran, serta ratusan botol kosong yang digunakan wadah arak.

Selain itu, petugas juga menyita arak siap edar yang dikemas dalam botol plastik bekas wadah air mineral berukuran 1,5 liter.

Lokasi yang digunakan untuk pembuatan arak tersebut di ujung gang Dusun Gedangkeret. Rumah tersebut berukuran sekitar 7 x 12 meter.

Dalam rumah tersebut terdapat empat ruangan. Ruangan pertama digunakan menyimpan belasan drum berisi air sumur yang sudah dicampur gula aren.

Kemudian ruangan kedua digunakan untuk penyulingan, sedangkan ruangan ketiga dan keempat untuk menyimpan botol berisi miras siap edar dan botol kosong.

"Miras jenis arak ini dijual di Jombang dan sekitarnya," kata Azi kepada Tribunjatim.com.

Penggerebekan bermula dari informasi masyarakat. Selanjutnya, petugas mengintai. Setelah data valid, penggerebekan pun dilakukan.

Pengakuannya, pelaku mulai memproduksi arak sejak enam bulan lalu. Pelaku dijerat Pasal 137 (1),(2) jo psl 77 (1),(2) UU No 18 tahun 2012 tentang Pangan ancaman hukuman paling lama 5 tahun.(Sutono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved