Mayat yang Ditemukan Mengapung di Dam Sipon Mojokerto Diperkirakan Perempuan, Begini Ciri-Cirinya

Penemuan mayat di Dam Sipon Kabupaten Mojokerto diduga berjenis kelamin perempuan. Berikut ciri-cirinya.

Mayat yang Ditemukan Mengapung di Dam Sipon Mojokerto Diperkirakan Perempuan, Begini Ciri-Cirinya
SURYA.CO.ID/DANENDRA KUSUMA
Tim Basarnas, PMI Mojokerto, dan relawan mengevakuasi mayat tanpa identitas di Dam Sipon, Sungai Brantas, Desa Pageruyung, Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Rabu (3/4/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Sesosok mayat tanpa busana ditemukan di Dam Sipon, Sungai Brantas, Desa Pageruyung, Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Mayat perempuan yang sudah dalam kondisi membusuk itu mengapung dengan posisi tengkurap di celah dam.

Kanit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mojokerto Kota Aiptu Eko Purwanto mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga terkait penemuan mayat di Dam Sipon pukul 07.00 WIB. Pihak kepolisian langsung menuju lokasi kejadian.

Geger, Penemuan Mayat di Dam Sipon Kabupaten Mojokerto, Kondisi Korban Mengapung Tanpa Busana

BREAKING NEWS: Warga Udanawu Blitar Digegerkan dengan Penemuan Mayat dalam Koper di Pinggir Sungai

Mayat Laki-Laki Tergeletak di Jalan Pragoto, Ditemukan Luka Bacok di Dada dan Jempol Tangan Kiri

"Setelah mendapatkan informasi, Tim Identifikasi bersama anggota Reskrim, Basarnas, PMI Mojokerto dan sejumlah relawan bergerak ke TKP,"  katanya, Rabu (3/4/2019).

Dia mengungkapkan, dugaan sementara mayat tersebut berkelamin perempuan. Dugaan didasari karena mayat tersebut berambut panjang.

"Selain berambut panjang, juga dilihat dari tubuhnya," ungkapnya.

Sekitar 5 jam berselang, mayat perempuan telah berhasil dievakuasi. Evakuasi dilakukan dengan alat sederhana, yakni tongkat kayu dan tali tampar.

Sebab, perahu karet Basarnas tak mampu mendekati lokasi mayat lantaran arus Sungai Brantas cukup deras.

"Mayat perempuan tersebut kami evakuasi ke RSU Dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto untuk dilakukan identifikasi. Diperkirakan korban telah meninggal 3 sampai 4 hari. Sebab, kondisinya sudah membengkak dan membusuk," pungkas Eko.

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved