Ingin Mudahkan Pengurusan Surat Warga, Wabup Gresik Launching Aplikasi Berbasis Android SI-Pencet

Moh Qosim melaunching pelayanan online berbasis android SI-Pencet di Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Kamis (4/4/2019).

Ingin Mudahkan Pengurusan Surat Warga, Wabup Gresik Launching Aplikasi Berbasis Android SI-Pencet
ISTIMEWA
Wabup Qosim saat melaunching pelayanan online SI-Pencet di Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Kamis (4/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Wakil Bupati Gresik, Moh Qosim melaunching pelayanan online berbasis android di Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Kamis (4/4/2019). Keunggulannya, warga di Desa Melirang bisa mengurus surat hanya satu menit.

Layanan online tersebut bernama sistem pelayanan cepat efektif terukur (SI-Pencet). Wabup Qosim mengapresiasi hadirnya aplikasi seperti ini karena sangat membantu masyarakat terutama dalam mengurus surat-surat.

"Ini baru pertama di Gresik, bahkan di Jawa Timur," terangnya.

Reka Adegan Pembunuhan Sadis di Menganti Gresik, Terkuak Kepala Korban Dipukul Palu hingga 5 Kali

Habibie & Ainun 3, Habibie Sempat Menolak Ainun Diperankan Maudy hingga Mengira BCL Pegawai Bank

Tak hanya meresmikan, Wabup Qosim langsung mencobanya. Dengan memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) KTP di mesin pencetak surat tersebut, tidak hanya dipencet melainkan cukup disentuh karena layar pilihan touch screen.

Setelah ditekan 'oke' maka surat otomatis langsung dicetak, dan keluar di bagian bawah layaknya mengambil uang di mesin ATM.

Selain mesin cetak ada juga aplikasi android yang bisa diunduh di Play Store bagi pengguna Handphone Android.

Kepala Desa Melirang Muwafaq mengaku SI-Pencet ini memiliki dua alternatif. Untuk warga yang ingin mengurus di Kelurahan dengan mesin cetak maka menggunakan pelayanan sistem layar sentuh (Pesilat).

Dan bagi warga yang ingin mengurus dimana saja dan kapan saja ada pelayanan sistem online android (Pesona).

"Bisa diunduh dengan nama aplikasi Peken," jelas Muwaffaq.

Maudy Ayunda Bongkar Sosok Sang Kekasih dan Ditanyai Najwa Masalah Nikah, Sebut Soal Proses dan S2

Dalam aplikasi tersebut, warganya dimanjakan dapat mengurus 12 fitur layanan aplikasi seperti mengurus surat kehilangan, SKCK, Surat Nikah dan surat lainnya yang membutuhkan pemerintah desa.

Untuk pengguna aplikasi Peken memang harus pergi ke kantor desa namun mereka bisa mendaftar di rumah kemudian dicetak, nanti tinggal meminta tanda tangan saat di kantor desa.

Layanan berbasis online ini juga memiliki kendala, terutama bagi warga yang belum melek teknologi apalagi di dalam satu rumah tidak ada anak muda. "Nanti kami sosialisasi ke masyarakat bahkan sampai tingkat RT," terangnya.

Menurutnya, dengan layanan online ini warga di 8 dusun Desa Melirang tidak perlu membuang-buang banyak waktu apalagi sampai izin kerja. Karena layanan online ini cukup banyak memangkas waktu dari yang berjam-jam kini hanya satu menit saja surat langsung cetak.

Terpisah Camat Bungah, Kiki Nuriyadi selain mengapresiasi juga akan memerintahkan kepada kepala desa di wilayahnya unyuk belajar menerapkan layanan online seperti di Desa Melirang.

"17 kepala Desa di Kecamatan Bungah supaya mencoba menerapkan sistem ini," tutupnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved