Berita Gresik
Duduk Perkara Siswa SMP di Gresik Jadi Korban Peluru Nyasar TNI , Sang Ibu Mengadu ke DPRD
Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad Syahrul Munir akan menyiapkan surat untuk pihak kesatuan TNI Angkatan Laut (AL)
Ringkasan Berita:
- Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, akan mengirim surat ke TNI AL untuk meningkatkan keselamatan di sekitar lapangan tembak serta mendorong mediasi konkret agar kasus dugaan peluru nyasar segera diselesaikan.
- Wali murid, Dewi Murniati, mengadu ke DPRD setelah anaknya tertembak peluru nyasar di SMPN 33 Gresik. Ia menilai tanggung jawab TNI AL belum maksimal karena hanya menanggung biaya awal, sementara biaya lanjutan dan dampak jangka panjang ditanggung sendiri.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Sugiyono
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad Syahrul Munir akan menyiapkan surat untuk pihak kesatuan TNI Angkatan Laut (AL) dalam menjaga keselamatan di lingkungan lapangan tembak.
Selian itu, dalam surat tersebut juga meminta agar segera dilakukan upaya mediasi yang konkret antara kedua belah pihak agar kasus ini segera selesai.
"Kami tidak menginginkan terutama anak-anak didik kami, warga Gresik yang radiusnya sangat berdekatan dengan lapangan tembak. Ini kami tidak menginginkan mereka menjadi korban selanjutnya," kata Syahrul Munir, kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Sementara, wali murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 33 Gresik, di Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Dewi Murniati mengadu ke DPRD Gresik terkait dugaan peluru nyasar saat di lingkungan sekolah. Kedatangannya, untuk mencari keadilan dan tanggung jawab pihak terkait.
Kedatangannya ke gedung DPRD Kabupaten Gresik, Jalan K.H. Wachid Hasyim untuk menyampaikan permasalahan peluru nyasar yang diduga dari kesatuan TNI Angkatan Laut.
Baca juga: Siswi Jalan Kaki ke IGD Sambil Tahan Sakit usai Kena Peluru Nyasar, Polisi Masih Irit Bicara
Sebab, kejadian peluru nyasar tersebut menimpa putranya bernama Darrell Fausta Hamdani (14), di SMP Negeri 33 Gresik bersama siswa lain yang tidak kunjung selesai penyelesaiannya.
Menurut Dewi, peristiwa tersebut terjadi saat putranya yaitu Darrell Fausta Hamdani (14) dan temannya, Renheart (14) mengikuti kegiatan sosialisasi di mushala sekolah tanggal 17 Desember 2025 pagi.
Tiba-tiba proyektil mengenai tangan kiri anak korban, hingga dilarikan ke Unit Kesehatan Siswa (UKS) sekolah.
"Saya warga Gresik, kejadian ini ada di sekolah, maka saya sebenarnya dari kemarin-kemarin itu sudah menunggu bagaimana peran dari pihak sekolah terus Dinas Pendidikan. Karena saya tunggu belum ada perannya, maka saya mengadukan ini kepada dewan (DPRD)," kata Dewi, kepada wartawan, Senin (6/4/2026).
Lebih lanjut Dewi menduga, peluru tersebut berasal dari lapangan tembak kesatuan TNI AL yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari kawasan sekolah korban.
"Awalnya mereka tidak mengakui, enggak mungkin karena radiusnya cukup jauh. Namun, ketika ditunjukkan hasil rongsen, nampak di situ memang benar ada peluru tajam yang nancap di punggung dan tangan anak saya," imbuhnya.
Menurut Dewi, pihak kesatuan sudah mengkonfirmasi dan bertanggungjawab terhadap korban. Namun, pertanggungjawaban kesatuan hanya membiayai perawatan pertama. Sedangkan, biaya kontrol ditanggung pribadi.
"Memang mereka sudah membiayai perawatan dalam rumah sakit Rp 32 juta, sama kontrol satu kali. Padahal kontrol anak saya itu enam kali. Otomatis lima kali, saya tanggung sendiri. Plus pemeriksaan psikologi forensik, itu saya tanggung sendiri, sama dua kali terapi itu saya tanggung sendiri," katanya.
| Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H di Gresik Berlangsung Damai, Wakil Ketua DPRD: Jadi Contoh |
|
|---|
| Update Kasus Pembunuhan Gadis Ojol di Kedamean Gresik, Pelaku Dihukum Seumur Hidup |
|
|---|
| Jaringan Narkoba Lintas Madura-Bawean Gresik Dibongkar, 6 Tersangka Ditangkap |
|
|---|
| Sedang Berjualan, Warga Gresik Alami Nasib Malang, Rumahnya Dibobol Maling di Siang Bolong |
|
|---|
| Gresik Darurat Minyak Goreng, Minyak Goreng Subsidi dan Curah Langka seusai Lebaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/PELURU-Dewi-Murniati-bersama-Ketua-DPRD-Kabupaten-Gresik-M-Syahrul.jpg)