Polisi Temukan Fakta Baru Kasus Pembunuhan di Jembatan Gadang Kota Malang

Dari hasil rekonstruksi ulang adegan pembunuhan di jembatan Gadang Kota Malang, petugas menemukan fakta baru di lapangan.

Polisi Temukan Fakta Baru Kasus Pembunuhan di Jembatan Gadang Kota Malang
SURYA/RIFKY EDGAR
Rekonstruksi ulang adegan pembunuhan di Jembatan Gadang, Kota Malang pada Selasa (9/4) 

TRIBUNJATIM.COM, SURYAMALANG - Dari hasil rekonstruksi ulang adegan pembunuhan di jembatan Gadang Kota Malang, petugas menemukan fakta baru di lapangan.

Berdasarkan keterangan dari AW (21) otak pelaku pembunuhan menyebutkan, jika dirinya tidak menyangka bahwa temannya ADY (23) menghabisi nyawa Sutoyo (34).

AW berdalih bahwasannya, dirinya hanya ingin memberikan pelajaran kepada korban dan bukan untuk membunuh korban.

"Usai dikeroyok saya kaget, karena ada bercak darah. Setelah itu saya berteriak minta tolong kepada teman-teman (pelaku) untuk menolong korban," ucapnya dalam rekonstruksi kepada Tribunjatim.com.

Setelah itu, AW dan ADY kabur dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion.

Sebelum kabur, ADY membuang pisau yang ia bawa ke sungai setelah digunakan untuk membunuh korban.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna menjelaskan, bahwa ADY ini sebenarnya hanya ikut-ikutan mengeroyok korban.

Ternyata, Dua Perampok yang Alami Kecelakaan di Blitar, usai Merampas Uang Milik Pengusaha Jagung

Derbi Jatim Persebaya Vs Arema FC, Kiper Singo Edan Pelajari Gaya Menyerang Striker Bajul Ijo

52 Adegan Diperankan Oleh Pelaku Untuk Membunuh Sutoyo di Jembatan Gadang Kota Malang

Namun, aksinya fatal karena menusuk bagian perut korban dan bagian dada korban yang menyebabkan korban tewas.

"Jadi, otak pelaku ada di AW dan I. Sedangkan yang lain cuma ikut-ikutan saja. Setelah korban mengeluarkan darah, AW memisah ADY, dan AW meminta untuk membawa korban ke rumah sakit," ucapnya kepada Tribunjatim.com.

Setelah itu, para pelaku ini kabur dan korban digeletakkan begitu saja di tengah Jembatan Gadang.

Dari hasil rekonstruksi ulang adegan tersebut, total ada 52 adegan yang dilakukan oleh pelaku untuk membunuh korban.

Rekonstruksi dilakukan di dua tempat, yakni di Cafe Union Jalan Pajajaran dan Jembatan Gadang Kota Malang.

"Rekonstruksi ini juga digelar untuk memperkuat alat bukti dalam pemberkasan. Diharapkan berkas-berkas ini nantinya bisa segera didorong ke kejaksaan agar sampai dalam tahapan persidangan," pungkasnya. (Rifky Edgar/TribunJatim.com).

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved