Generasi Muda Malas Membaca, Begini Upaya Penulis Australia Dekatkan Sastra Pram Lebih Milenial
Pramoedya Ananta Toer, sastrawan besar Indonesia gaung namanya masih terdengar sampai sekarang. Sayang, generasi milenial kurang mengenalnya.
Hal ini disebabkan tidak adanya pelajaran sastra di bangku sekolah.
“Sejak tahun 1970-an pemerintah mencabut pelajar sastra di jenjang SD hingga SMA. Yang ada hanya pelajar bahasa,” tegasnya.
(Beri Kuliah Umum Ribuan Santri Ponpes Ngalah, Moeldoko Sindir Politik Menang-menangan)
Nah, bermula dari sinilah ia menulis buku tentang Pramoedya supaya Generasi Milenial mengenal Pramoedya, dan demi menggelorakan minat baca terhadap literatur sastra.
Diceritakannya, meskipun sudah membaca Tetralogi Buru berulang kali hingga menerjemahkannya, namun ia masih saja merenungi isi yang terkandung dalam karya itu.
Satu renungan yang terus meneror pikirannya adalah tentang tidak adanya penyebutan nama Indonesia di dalam Tetralogi Buru yang terdiri dari ribuan halaman itu.
Padahal, Tetralogi Buru adalah novel yang berkisah tentang musabab pembentukan negeri yang kelak dan hingga sekarang bernama Indonesia.
Plot utama karya ini adalah berkisah tentang laki-laki pribumi bernama Minke pada kurun sebelum dan sesudah 1900.
(Beri Kuliah Umum di Universitas Pertahanan, Pakde Karwo Beberkan Strategi Pembangunan Khas Jatim)
Tak sekedar menyajikan kisah tentang hukum kolonial yang membelenggu pribumi Hindia Belanda, dalam karya ini juga dibumbui kisah cinta nan romantis antara Minke dengan perempuan blasteran, Annelise.
Sementara itu, budayawan Djoko Saryono menambahkan, karya Pramoedya ini layak dibaca dan direnungi oleh Generasi Milenial karena mengandung berpuluh-puluh lapis makna.
“Karya ini ibarat bawang, ketika dikupas kita akan menemukan lapisan kulit lainnya. Dalam karyanya, Pramoedya hadir sebagai jurnalis, sastrawan, dan ilmuwan. Hal ini yang menjadikan karya-karya mendunia dan wajib dibaca oleh generasi muda,” papar Djoko Saryono. (Surya/Eko Darmoko)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pramoedya-ananta-toer-dibedah-di-universitas-negeri-malang_20171003_131517.jpg)