Peringati Hari Penglihatan Sedunia, Ratusan Warga Operasi Katarak Diawasi Dokter Australia
Hari Penglihatan Sedunia diperingati dengan cara unik dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk petugas medis dari negara lain.
Penulis: Izi Hartono | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Ratusan warga Situbondo, mendapat layanan operasi mata katarak gratis, Rabu (12/10/2017).
Operasi katarak yang berlangsung di Gedung Olah Raga ( GOR) setempat ini difasilitasi lembaga pemberdayaan masyarakat merangkul rakyat kecil (LPM Merak) yang bekerja sama dengan John Fawcett Foudation (JFF).
Ketua LPM Merak, Kamarul Muniri mengatakan, pemeriksaan mata dan operasi katarak ini, merupakan kegiatan yang kedua kali di laksanakan di Kabupaten Situbondo.
Menuru Arul panggilan Kamarul Muniri menjelaskan, untuk tahun ini ada sebanyak 400 orang yang akan dilakukan operasi katarak dan 2000 orang akan menjalani pemeriksaan mata serta 50 orang akan dilakukan pemasangan mata palsu.
"Jika dibandingkan tahun dulu, jumlah banyak. Kalau tahun lalu ada sebanyak 200 orang yang menjalano operasi katarak dan 2000 orang pemeriksaan serta lima orang pemasangan mata palsu," katanya.
Kegiatan ini wujud membantu program Pemerintah Kabupaten Situbondo yang bebas mata katarak.
Apalagi operasi katarak kali ini digelar bertepatan dengan hari penglihatan se-dunia.
Konsultan senior JFF, Wayan Gede Karyata menambahkan, kegiatan ini bisa dilakukan dimana saja, asalnya banyak pasiennya.
Menurutnya, di kabupaten Situbondo kegiatan ini sangat terorganisir dengan baik.
"ini nilai plus kenapa JFF mendatangi Situbondo," ucapnya.
Terlaksananya kegiatan ini bukan karena pengorganisasian yang baik, akan tetapi juga banyak melibatkan pejabat.
"Yang paling penting pemerintah yang mendukung kegiatan ini dan mau berpartisipasi. Makanya kamj berkunjung yang kedua kalinya dan selanjutnya," jelasnya.
Saat disinggung dengam hari penglihatan sedua, Wayan mengatakan didunia banyak mata yang mengalami kebutaan, padahal gangguan penglihatan dan kebutaan dapat dicegah.
Oleh karena itu, lanjutnya, akibat kurangnya promosi, bahkan di Jawa Timur merupakan tingkat tertinggi gangguan kebutaan se Indonsia.
"Mungkin kepedulian seluruh masyarakat, pemerintah dan pejabat yang lain perlu memperhatikan," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/hari-penglihatan-sedunia_20171011_213718.jpg)