Bejat, Ayah di Malang ini Setubuhi Anaknya Sejak SD Hingga SMP
Bahkan, dalam sehari, R pernah menyetubuhi K sebanyak dua kali. Perlakuan keji itu sudah ia lakukan sejak 2012 lalu
Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni Iskandar
Sedangkan gangguan kogintif, membuat R memiliki pemikiran daripada keprawanan anaknya diambil oleh orang lain, maka lebih baik R sendiri yang merenggutnya. Pemikiran itu muncul atas dasar karena R merupakan orang yang telah berkontribusi hingga lahirnya K.
"Kami pernah menangani kasus serupa dan gejalanya seperti itu," kata Sayekti.
Sementara gangguan afeksi, membuat R tidak memiliki rasa terhadap sesuatu hal ya ia lakukan. Sayekti meyakini pasti ada upaya berontak dan rasa sakit ketika pertama kali persetubuhan itu terjadi. Namun rasa sakit dan upaya berontak itu tidak membuat R berhenti mencoba menyetubuhi anaknya.
Dipercaya Buat Awet Muda, Apakah Efektif Konsumsi Suplemen Kolagen? Simak Ulasannya Berikut!
“Jadi kerja seharian, terus pulang capek maka aktivitas seksualnya untuk melayani suami jadi malas,” pungkasnya.
Bahkan Sayekti mengatakan kalau faktor kepala keluarga tidak memiliki pekerjaaan kemungkinan besar menjadi pemicu.
Ketika suami sudah tidak mendapat pelayanan seksual dari istrinya, maka sang suami mencari pelarian. Namun sewajarnya orang waras, kata Sayekti, pelarian itu bisa berupa selingkuh atau onani.
“Itu logika warasnya. Tidak makan anak kandung. Maka di situ jelas ada gangguan kognitif dan afeksi yang mengakibatkan ia anti sosial,” tegasnya. (Surya/ Benni Indo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-pemerkosaan-pencabulan-pelecehan-seksual_20170928_204348.jpg)