Begini Cara Kerja Cantrang yang Bikin Kementerian Kelautan dan Perikanan Larang Penggunaannya

Usai berdialog dengan Presiden Joko WIdodo dan Menter Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, para nelayan bisa bernafas lega.

Ilustrasi Cantrang 

Bagaimana mengoperasikan cantrang? 

Pengoperasian cantrang dimulai dari menebar tali selambar secara melingkar.

Selanjutnya, dengan menurunkan jaring cantrang, kemudian bertemu dengan tali selambar yang awal. 

Setelah itu, ujung kedua tali kemudian ditarik ke arah kapal sampai seluruh bagian kantong jaring terangkat.

Alat penangkapan ikan bernama cantrang ini biasanya digunakan oleh nelayan yang berada di laut utara Jawa, seperti di Tegal, Jawa Tengah. 

Siapa pengguna cantrang?

Alat tangkap cantrang ini awalnya digunakan nelayan dengan menggunakan kapal 5 gross ton. Namun, saat ini nelayan dengan kapal 30 gross ton yang dilengkapi lemari pendingin atau freezer juga menggunakannya.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan jika pada tahun 2015, terdapat 13.300 kapal nelayan cantrang. 

Ikan apa yang didapat? 

Biasanya pengoperasian cantrang untuk menangkap ikan demersal atau ikan yang berada di dalam laut.

Mata jaring cantrang berukuran rata-rata 1,5 inci. Dengan mata jaring sebesar itu, maka semua ikan akan terjaring.

Dari hasil tangkapan ikan, pada 1970 penggunaan cantrang biasanya untuk menangkap ikan besar seperti ikan tuna. Namun, dari 1990 hingga saat ini ikan kecil seperti ikan petek juga ikut terjaring.

Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2015, hanya sebanyak 46 persen sampai 51 persen hasil tangkapan alat cantrang laik dikonsumsi. 

Sementara, 49 persen sampai 54 persen lainnya merupakan tangkapan sampingan yang didominasi oleh ikan petek.

Sebagian besar hasil tangkapan sampingan tersebut digunakan sebagai pembuat bahan tepung ikan untuk pakan ternak.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved